Lipat Gandakan Pengawasan, Bapanas Bidik Produsen dan Distributor Pembuat Anomali Harga Pangan

Jumat, 30 Jan 2026, 18:50 WIB

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai merapatkan barisan dalam mempersiapkan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri. Awal Februari mendatang, segenap tim akan ditempatkan ke seluruh daerah untuk menjalankan misi sebagai Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026.

Adapun Satgas Saber Pelanggaran Pangan Tahun 2026 tersebut dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026. Satgas Bapanas ini melibatkan Satgas Pangan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan kementerian/lembaga pusat beserta pemerintah daerah.

Ket. Foto: Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (dua dari kiri) — Sumber: istimewa

Dalam taklimatnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Amran Sulaiman menginstruksikan jajarannya untuk dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Ia mengingatkan untuk mengusut tuntas siapa saja produsen dan distributor yang melanggar ketentuan harga yang berlaku, sehingga bukan menindak pedagang eceran di pasar.

"Yang nomor satu adalah stabilisasi pasokan dan harga. Jadi sekarang ini beras kita aman, jagung aman, gula konsumsi aman, bawang aman, telur, daging, ini semua aman. Sekarang (tinggal) bagaimana menjaga harga stabilisasi harga," ucap Amran di Kantor Bapanas, Jakarta pada Jumat (30/1).

Keyakinan akan ketersediaan pangan pokok strategis yang aman tersebut tercermin pada Proyeksi Neraca Pangan Nasional. Ketersediaan pangan pokok seperti beras, jagung, gula konsumsi, bawang, telur, dan daging ayam ras dipastikan melebihi kebutuhan konsumsi nasional sampai Idulfitri mendatang.

Adapun ketersediaan beras dan jagung tercatat yang paling eksponensial. Januari sampai Maret, beras diproyeksikan masih mampu menghasilkan surplus hingga 14,4 juta ton. Ini berasal dari total ketersediaan 22,2 juta ton yang merupakan hasil dari stok awal tahun 12,4 juta ton ditambah produksi tiga bulan 9,8 juta ton, dikurangi konsumsi nasional sampai Maret 7,7 juta ton.

Sementara jagung diperkirakan dapat kembali surplus sampai akhir Maret di angka 4,7 juta ton. Ini setelah total ketersediaan secara nasional yang diperkirakan 9,1 juta ton yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi Januari-Maret yang 4,4 juta ton. Kestabilan ketersediaan jagung nasional berimplikasi pada komoditas seperti telur dan daging ayam ras.

Untuk itu, Kepala Bapanas pun melontarkan peringatan awal agar tidak ada pelaku usaha yang membuat anomali harga pangan pokok strategis hingga tingkat konsumen. Ia mengingatkan kepada para produsen dan distributor untuk menaati Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.  

"Begitu menemukan harga di atas HET, jangan kejar (pedagang) pasarnya, (tapi) kejar distributor dan produsennya. (Misalnya) minyak goreng tidak ada ampun. Daging tak ada ampun. Dari mana asalnya, kejar langsung sidik. Sekarang adalah cenderung penindakan. Tak ada lagi imbauan," tegas Amran.

"Dan beri tahu kalau nanti ada harga naik, yang tanggung jawab adalah produsen atau distributor. Yang harus diawasi ketat adalah beras nomor satu. Minyak goreng, tidak ada alasan naik minyak goreng, kita produsen terbesar di dunia. Kemudian gula (juga) tak boleh naik," ujar Amran.

Bukan target

Amran juga meminta Satgas Saber Pelanggaran Pangan untuk dapat melakukan pengusutan sampai tingkat hulu. Ia kembali menekankan pedagang skala mikro di pasar tidak menjadi target operasi.

"Sweeping itu yang (punya) pabrik. Tapi jangan yang jual di pasarnya. Jangan ya, kita sepakat (menindak) yang besar, ditangkap yang besar. Minyak goreng terutama. Beras (juga) tidak ada alasan itu naik. (Sekarang) kelihatan mulai takut, karena saya kemarin (meninjau pasar) kesana, (sudah) agak stabil di Bandung. Tinggal minyak goreng (masih) nakal," beber Amran.

Selain pengawasan ketat, Amran juga meminta operasi pasar murah konsisten dilaksanakan di daerah, terutama selama Ramadan sampai ldulfitri. Menurutnya, langkah Polri yang telah menderaskan pelaksanaan operasi pasar murah patut diacungi jempol, sehingga Bapanas dan Perum Bulog harus terus mendukung.

"Ayam aman. Telur aman. Beras aman. Semua aman.Terima kasih. Untuk Bulog, perintahkan operasi pasar. Polisi sekarang (gencar) operasi pasar. (Jadi) tolong operasi pasar di wilayah yang masing-masing," kata Amran.

Lebih lanjut, operasi pasar murah yang Bapanas koordinir, sampai 29 Januari 2026 telah dilaksanakan sebanyak 296 kali di berbagai kabupaten/kota. Capaian di awal tahun 2026 ini bahkan meningkat 71,1 persen dibandingkan Januari 2025 yang terlaksana 173 kali. 

Selain itu, program intervensi beras juga terus dilaksanakan pemerintah bersama Perum Bulog. Untuk pelaksanaan program SPHP beras 2025 di Januari 2026 masih terus disalurkan dan telah mencapai 878 ribu ton sampai 30 Januari.

Perpanjangan masa SPHP beras 2025 melalui skema Rekening Penampungan Anggaran Akhir Tahun (RPATA) sebelumnya telah disetujui sampai 31 Januari 2026. Bapanas sedang memproses pemberian kesempatan kembali untuk dapat diperpanjang sampai 28 Februari 2026 demi menjaga stabilitas harga beras secara nasional.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.