Jawa Timur Siaga! BNPB Ingatkan Risiko Banjir dan Angin Kencang
Jumat, 24 Apr 2026, 18:10 WIBJakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah mitigasi mandiri menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat (24/4), menekankan pentingnya kesiapsiagaan tersebut berkaca pada kejadian banjir bandang di Kota Pasuruan dan angin kencang yang merusak tujuh rumah warga di Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur belum lama ini.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk menjauhi pohon besar, papan reklame, atau struktur bangunan yang rapuh saat terjadi angin kencang guna menghindari risiko tertimpa material yang roboh," kata dia.
Dia menjelaskan bahwa warga yang bermukim di daerah rawan bencana hidrometeorologi basah perlu mengenali jalur evakuasi yang aman dan tidak ragu untuk melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama.
Dicontohkan misalnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai, BNPB meminta adanya pemantauan tinggi muka air secara rutin sebagai deteksi dini potensi luapan air yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Kami juga mendorong masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi seperti BMKG agar setiap langkah antisipasi bisa dilakukan lebih awal dan tepat sasaran," katanya.
Abdul menambahkan bahwa peran pemerintah daerah sangat krusial dalam memastikan sistem peringatan dini berfungsi dengan baik serta memberikan arahan yang jelas kepada warga di titik-titik rawan.
Kewaspadaan adalah kunci utama maka, dengan mengetahui potensi bahaya di lingkungan masing-masing, kita dapat meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiel akibat bencana.
BNPB melaporkan bahwa Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dilanda cuaca ekstrem, Rabu (22/4) sore pukul 14.50 WIB dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang disertai angin kencang sehingga menyebabkan atap beberapa rumah warga rusak.
Peristiwa ini terjadi di Desa Semen, Kecamatan Paron, tercatat sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) dan tujuh unit rumah rusak dihantam angin kencang.
Sehari sebelumnya, sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) di Kota Pasuruan, Jawa Timur, terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Welang setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Ngawi dan Pasuruan sudah berada di lokasi kejadian untuk melakukan kajian cepat dampak bencana seperti mendata warga terdampak, barang kebutuhan pokok, dan mitigasi potensi bencana susulan.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Angkutan Lebaran Berjalan Sukses di Seluruh Bandara InJourney Airports, Ini 5 Indikatornya
-
Belum Juga Dirilis, Tiket IMAX "Dune: Part Three" Sudah Ludes Terjual
-
Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
-
Ringankan Beban Peternak Layer, Bapanas Pastikan Stok SPHP Jagung di Jatim Aman
-
Pemotongan Gaji Menteri 25 Persen? Pemerintah Sebut Masih Sekadar Wacana
-
PLN Sumut Siapkan 113 SPKLU Penuhi Kebutuhan Pemudik Lebaran 2026
-
Bapanas Kawal Kesepakatan Serap Telur Peternak Jatim, SPPG Gunakan Menu Telur Minimal 3 Kali Sepekan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.