Biofuel Jadi Senjata RI Kurangi Impor BBM, B50 Siap Meluncur Juli 2026

Jumat, 24 Apr 2026, 06:05 WIB

Jakarta — Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai kebijakan biofuel, seperti biodiesel dan bioetanol, dapat menjadi solusi transisi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), sebelum penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) semakin masif.

Kepala Center of Industry, Trade, and Investment INDEF Andry Satrio Nugroho menyebut biofuel berperan sebagai bridging fuel atau bahan bakar perantara menuju era elektrifikasi kendaraan.

Ket. Foto: Kepala Center of Industry, Trade, and Investment INDEF Andry Satrio Nugroho dalam acara bertajuk Menuju Elektrifikasi Kendaraan Tanpa Bocor Anggaran di Jakarta, Kamis (23/4). — Sumber: Antara

“Biofuel bahkan menurut saya bisa menjadi bridging fuel sebelum ke EV,” ujar Andry dalam diskusi bertajuk Menuju Elektrifikasi Kendaraan Tanpa Bocor Anggaran di Jakarta, Kamis (23/4).

Menurutnya, peran biofuel akan sangat penting terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang belum memiliki infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Dalam kondisi tersebut, masyarakat tetap dapat mengurangi ketergantungan terhadap BBM fosil dengan beralih ke biofuel.

“Segmennya berbeda. Di beberapa wilayah masih dibutuhkan BBM, sambil menunggu infrastruktur EV terbentuk. Karena itu, biofuel dan EV perlu didorong berjalan berdampingan,” katanya.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pemanfaatan biofuel dengan rencana penerapan mandatori biodiesel 50 persen (B50) mulai 1 Juli 2026 untuk seluruh sektor.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa saat ini B50 masih dalam tahap uji jalan, khususnya di sektor otomotif, yang ditargetkan rampung pada Mei 2026.

Uji jalan tersebut telah berlangsung sejak 9 Desember 2025 dengan melibatkan sembilan unit kendaraan. Setelah tahap tersebut, pemerintah akan melakukan pengecekan kondisi mesin, dengan target keseluruhan pengujian selesai pada Juni 2026.

“Hasil sementara menunjukkan performa mesin sesuai spesifikasi yang dipersyaratkan,” ujar Eniya.

Ia menambahkan, kualitas bahan bakar B50 juga telah memenuhi standar, dengan kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 49–50 persen serta parameter lain seperti kadar air, monogliserida, dan stabilitas oksidasi berada dalam batas yang ditentukan.

Dukungan terhadap program B50 juga datang dari industri otomotif. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai implementasi B50 berpotensi menjadi keunggulan Indonesia di tingkat global.

Uji Coba B50

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyebut hasil uji coba B50 sejauh ini menunjukkan kinerja yang baik dan dapat menjadi ciri khas Indonesia.

“Mudah-mudahan ini menjadi alternatif tersendiri, karena mungkin B50 ini yang pertama di dunia dan bisa menjadi trademark Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah tantangan geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok dan biaya logistik, industri otomotif nasional tetap optimistis. Pengalaman menghadapi krisis, mulai dari krisis ekonomi 1998 hingga pandemi COVID-19, menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan industri.

Selain elektrifikasi penuh, Kukuh juga menilai teknologi kendaraan seperti hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tetap relevan sebagai solusi transisi, terutama jika dikombinasikan dengan penggunaan biofuel.

“PHEV punya potensi besar untuk efisiensi bahan bakar. Jika dikombinasikan dengan biofuel, dampaknya akan semakin optimal,” katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.