Survei BI: Kredit Baru Masih Tumbuh, Tapi Mulai Kehilangan Akselerasi
Kamis, 23 Apr 2026, 18:15 WIBJAKARTA â Melambatnya penyaluran kredit baru mencerminkan kombinasi pelemahan permintaan dan meningkatnya kehati-hatian di sektor keuangan.
Dari sisi permintaan, pelaku usaha cenderung menunda ekspansi di tengah ketidakpastian global dan tekanan biaya, sementara rumah tangga lebih selektif dalam mengambil pinjaman karena daya beli yang tertekan.
Di sisi lain, perbankan memperketat standar penyaluran kredit untuk menjaga kualitas aset, terutama di tengah risiko kenaikan kredit bermasalah.
Kondisi ini berimplikasi pada perlambatan transmisi kebijakan moneter ke sektor riil, sehingga potensi pertumbuhan ekonomi bisa tertahan.
Jika berlanjut, diperlukan dorongan kebijakan yang lebih terarahâbaik melalui insentif kredit, penjaminan, maupun penguatan kepercayaan pelaku usahaâagar fungsi intermediasi kembali optimal tanpa mengorbankan stabilitas sistem keuangan.
Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Perbankan mencatat penyaluran kredit baru pada triwulan I 2026 terindikasi tetap tumbuh, meski lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025, sesuai dengan pola historisnya.
Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono menyampaikan kondisi ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 38,74 persen pada triwulan I 2026.
âPertumbuhan kredit tersebut utamanya didorong oleh kredit konsumsi,â kata Anton dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4).
Untuk diketahui, sebelumnya nilai SBT penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 88,92 persen.
Secara rinci, berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan penyaluran kredit baru pada triwulan I 2026 terindikasi bersumber dari peningkatan kredit konsumsi (SBT 51,97 persen).
Sementara itu, kredit Investasi (SBT 37,33 persen) dan kredit modal kerja (SBT 36,40 persen) triwulan I 2026 tetap tumbuh meski lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya
Peningkatan kredit konsumsi bersumber dari peningkatan permintaan kredit multiguna (SBT 51,90 persen), kredit tanpa agunan (SBT 37,23 persen), dan kredit kendaraan bermotor (SBT 13,38 persen).
Sementara jenis kartu kredit dan kredit pemilikan rumah (KPR)/kredit pemilikan apartemen (KPA) melambat dengan SBT masing-masing sebesar 47,05 persen dan 42,33 persen.
Adapun pada triwulan II 2026, penyaluran kredit baru diprakirakan meningkat dengan SBT sebesar 96,65 persen.
Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan II 2026 masih sama dengan periode sebelumnya, yaitu kredit modal kerja, diikuti kredit investasi dan kredit konsumsi
Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit pemilikan rumah/kredit pemilikan apartemen (KPR/KPA) diprakirakan masih menjadi prioritas utama, diikuti kredit multiguna dan kredit tanpa agunan.
Selanjutnya, mengenai kebijakan penyaluran kredit, standar penyaluran kredit perbankan pada triwulan I 2026 terindikasi lebih berhati-hati dibandingkan triwulan IV 2025, tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang bernilai positif sebesar 0,15.
Standar penyaluran kredit yang lebih berhati-hati tersebut terutama pada jenis kredit investasi, di tengah ILS yang lebih longgar pada kredit modal kerja dan kredit konsumsi.
Beberapa aspek kebijakan penyaluran kredit yang terindikasi lebih berhati-hati, antara lain pada aspek jangka waktu kredit dan persyaratan administrasi.
Pada triwulan II 2026, standar penyaluran kredit diprakirakan lebih longgar, dengan ILS negatif sebesar 2,88.
Responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 terus tumbuh. Pertumbuhan kredit tahun 2026 diperkirakan sebesar 8,06 persen (yoy), meski lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit tahun 2025 sebesar 9,69 persen (yoy).
Kondisi tersebut antara lain ditopang oleh prospek kondisi ekonomi dan moneter yang tetap positif serta risiko dalam penyaluran kredit yang terjaga.
- Kredit Perbankan
- Survei BI
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Presiden Komitmen Perbaiki Semua Mutu Sekolah Melalui Konsolidasi
-
Kemiskinan Jadi PR Besar, Tahun Ini Pemerintah Pasang Fokus Utama
-
BI: Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen pada Februari 2026
-
Hornets Raih Enam Kemenangan Beruntun
-
TransJakarta Lindas Pejalan Kaki hingga Tewas di di Bus Stop Taman DDN Jaksel, Begini Kronologinya
-
IHSG Hari Ini Ditutup Merah, Investor Mulai Menahan Nafas di Level Tinggi
-
5 Film Menarik untuk Ditonton di Bulan Februari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.