Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebak Bidik Swasembada Ikan Tawar, Strategi Besar Mulai Disiapkan

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 18:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebak Bidik Swasembada Ikan Tawar, Strategi Besar Mulai Disiapkan Doc: ANTARA/ Mansyur
Ket. Pembudidaya ikan lele di Rangkasbitung Kabupaten Lebak mampu memasok ke sejumlah pasar di Banten hingga puluhan ton per pekan.

LEBAK – Upaya swasembada ikan tawar di daerah menjadi strategi penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah.

Dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal—seperti lahan budidaya, ketersediaan air, dan tenaga kerja—daerah dapat meningkatkan produksi secara berkelanjutan serta menstabilkan harga di tingkat konsumen.

Namun, keberhasilan swasembada tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, melainkan juga pada efisiensi rantai distribusi, kualitas pakan, dan akses pembiayaan bagi pembudidaya.

Tanpa dukungan teknologi dan manajemen yang baik, produktivitas bisa stagnan dan rentan terhadap risiko penyakit atau perubahan iklim.

Karena itu, integrasi kebijakan antara peningkatan kapasitas produksi, penguatan pasar, dan pendampingan pelaku usaha menjadi kunci agar swasembada ikan tawar benar-benar berdampak pada ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menargetkan 2027 mampu swasembada ikan tawar, sehingga tidak mendatangkan pasokan ikan dari luar daerah.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana di Lebak, Kamis (23/4), mengatakan, pihaknya kini bekerja keras agar daerah ini mampu swasembada ikan tawar dengan melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada 644 kelompok pembudidaya ikan tawar.

Pembudidaya ikan tawar itu sekitar 10 orang per kelompok, sehingga menyerap ribuan tenaga kerja dan bisa mensejahterakan kehidupan mereka.

Tujuan penyuluhan dan pembinaan itu, guna meningkatkan perilaku sikap dan ketrampilan (PSK) kelompok pembudidaya ikan tawar.

Dimana kelompok pembudidaya ikan tawar itu masih ditemukan pakan ikan dari kotoran manusia juga ayam mati juga mengembangkan pembesaran budidaya ikan tawar tidak menggunakan benih unggul.

Oleh karena itu, pihaknya tahun ini difokuskan melakukan penilaian di 5 kelompok pembudidaya ikan tawar juga pembentukan 5 kelompok.

Selain itu juga melakukan perbaikan kolam ikan di Balai Benih Ikan UPTD Perikanan Budidaya Air Tawar dan Payau (BATP) Cipanas, termasuk gedung kantor setempat.

Pemerintah daerah juga tahun sebelumnya menyalurkan benih untuk pembesar kepada kelompok pembudidaya ikan tawar itu.

"Kita meyakini kegiatan itu dapat meningkatkan populasi ikan tawar, sehingga dapat terealisasi program swasembada pangan ikan," katanya menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

BrettMullins Potte
BrettMullins Potte
23 Apr 2026, 18:38 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.