Pemprov Papua Pegunungan Dukung Buka Lahan Pertanian 800 Hektare di Jayawijaya
Rabu, 22 Apr 2026, 11:44 WIBWAMENA â Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) mendukung pembukaan lahan pertanian kurang lebih 800 hektare di Kampung Tulem, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya guna mendorong percepatan ekonomi di daerah tersebut.
Lahan pertanian 800 hektare merupakan salah satu bentuk dukungan mensukseskan program proyek strategis nasional atau PSN di wilayah Papua Pegunungan.
Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol dalam keterangan tertulis di Wamena, Rabu (22/4), mengatakan telah melihat proses pembukaan lahan persawahan seluas 800 hektare di Kampung Tulem, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya.
âKawasan Tulem memiliki posisi strategis sebagai jantung Kota Wamena sehingga sangat tepat dijadikan salah satu sentra produksi pangan baru di Papua Pegunungan sehingga membuatnya masuk dalam PSN,â katanya.
Menurut dia, pembukaan lahan pertanian bukan hanya terjadi di Kampung Tulem maupun Aragolik Distrik Witawaya, tetapi ada juga di beberapa tempat lain seperti Piramid, Kurulu, Pisugi, Siepkosi, Pugima, Libarek, Muai, Minimo.
âRencana besar akan membuka lahan pertanian sekitar 2.000 hektare persawahan di Jayawijaya yang tersebar di Distrik Witawaya maupun beberapa distrik lainnya di Jayawijaya,â ujarnya.
Dia menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghidupkan kembali semangat bertani masyarakat pegunungan, yang pada masa lalu dikenal sebagai penghasil padi terbesar di wilayah ini.
âSekitar enam puluh tahun lalu, Wamena adalah lumbung padi. Para petani bekerja keras dan sawah-sawah kita produktif, sekarang, kami bangkitkan lagi semangat itu agar Wamena punya stok beras yang cukup, bukan hanya untuk Papua Pegunungan, tapi juga bisa menopang kebutuhan nasional,â katanya.
Dia menambahkan program pembukaan lahan ini murni untuk kepentingan ekonomi rakyat dan tidak memiliki unsur politik apa pun.
âProgram ini murni untuk kepentingan masyarakat. Tanah yang digunakan tetap milik warga, pemerintah hanya meminjam pakai untuk kepentingan bersama,â ujarnya.
Dia mengharapkan program ini dapat menjadi penggerak ekonomi baru di Papua Pegunungan karena selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan pembukaan lahan juga akan menyerap banyak tenaga kerja lokal.
âDengan adanya proyek ini, banyak anak-anak muda putra daerah bisa terlibat langsung, baik sebagai operator alat berat maupun tenaga lapangan. Bahkan, mereka nantinya bisa menjadi mentor di kabupaten lain di Papua Pegunungan,â ujarnya.
- pemprov papua pegunungan
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Langgar Kode Etik, Sahroni hanya Enam Bulan Dinonaktifkan sebagai Anggota DPR
-
Listrik Tenaga Surya Masuk Sekolah Papua, Kenapa Harus Tunggu Selama Ini?
-
Pemkot Kupang Gairahkan Ekonomi Lewat Christmas Market 2025
-
Polresta Ambon Siagakan Petugas Antisipasi Konflik Haruku
-
Bahar Bin Smith Mangkir dari Pemeriksaan Polisi di Kasus Penganiayaan Anggota Banser
-
Arsenal dan Barcelona Bersaing Dapatkan Luis Benedetti, Bek Muda Brasil Senilai 198 Miliar Rupiah
-
Setelah Libur Lebaran 2026, Bulog Sumut Mulai Salurkan Bantuan Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.