Bukan Sekadar Timbang Bayi, Posyandu Sumbawa Barat Kini Naik Kelas Jadi Pusat Medis Canggih
Rabu, 22 Apr 2026, 02:55 WIBSUMBAWA BARAT -Â Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, melakukan langkah progresif dengan mendorong transformasi fungsi posyandu dari sekadar tempat pelayanan rutin menjadi pusat layanan kesehatan terintegrasi yang lebih dinamis.
Dalam pertemuan penyusunan program kerja Bidang Kesehatan Tim Pembina Posyandu tahun 2027 yang digelar Selasa (21/4), Dinas Kesehatan setempat menekankan bahwa 232 posyandu yang tersebar di wilayah tersebut kini diarahkan untuk melayani seluruh siklus hidup manusia, mulai dari masa kehamilan hingga lanjut usia. Pendekatan baru ini juga diproyeksikan sebagai garda terdepan dalam menyukseskan program pemberian makanan bergizi serta penguatan data pelaporan berbasis digital.
"Posyandu di Sumbawa Barat telah berjalan aktif setia bulan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat dr Carlof di Sumbawa Barat, Selasa.
Dia mengatakan hal itu saat acara pertemuan penyusunan program kerja Bidang Kesehatan Tim Pembina Posyandu Tahun 2027 digelar di Sumbawa Barat.
Ia mengatakan program posyandu telah melayani seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil hingga lansia.
Dari 232 posyandu itu, 1.471 kader tercatat mendukung layanan di lapangan dengan 95,45 persen di antaranya sudah mengikuti pelatihan.
"Namun, masih ada 67 kader yang belum dilatih dan menjadi pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan," katanya.
Ia mengatakan sejumlah fokus pembahasan diarahkan pada penguatan layanan standar pelayanan minimal (SPM) kesehatan melalui posyandu, peningkatan cakupan layanan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, deteksi dini stunting, penguatan kapasitas kader, serta penguatan data dan pelaporan berbasis digital.
"Program posyandu mulai didorong sebagai pendekatan baru untuk mengintegrasikan layanan kesehatan dengan pemberian makanan bergizi bagi kelompok sasaran," katanya.
Wakil Bupati Sumbawa Barat Hanipah menegaskan pentingnya kerja bersama agar program tidak berjalan sendiri-sendiri.
âKita harus berkolaborasi. Kalau kita kerja sendiri-sendiri tentu tidak akan bisa maksimal dan tentu lama akan mencapai sasaran, tetapi kalau ketika kita bisa berkolaborasi bersama, tentu semua yang kita ajarkan akan bisa terlaksana dengan baik," katanya.
Ia mengatakan posyandu harus menjadi gerakan yang benar-benar menggerakkan masyarakat. Penguatan kesehatan ibu dan anak, penurunan stunting, penanganan TBC, hingga perubahan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi fokus bersama.
"Hal itu diharapkan agar manfaat kartu Sumbawa Barat Maju semakin nyata dirasakan masyarakat," katanya.
- layanan kesehatan
- kader posyandu
- kesehatan ibu dan anak
- posyandu sumbawa barat
- stunting ntb
- kartu sumbawa barat maju
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Panglima TNI Hadiri Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H MUI
-
G7 Bersatu Lawan Dominasi Tiongkok, Indonesia Ikut dalam Strategi Rantai Pasok Mineral Dunia
-
BMHS Bangun Fasilitas Skybridge untuk Tingkatkan Mobilitas Pasien dan Tenaga Medis
-
Korut Uji Bom Tandan dalam Peluncuran Misil Balistik Terbaru
-
Deteksi Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dilakukan Sejak Dalam Kandungan
-
Memperkuat Peran Perawat pada Transformasi Layanan Kesehatan Masyarakat
-
668 Desa Wisata Jadi Andalan Sulsel untuk Tingkatkan Ekonomi.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.