Tiongkok Catat Penurunan Angka Kejadian dan Kematian Kanker

Selasa, 21 Apr 2026, 01:00 WIB

Beijing – Pusat Kanker Nasional Tiongkok mencatat penurunan signifikan pada sejumlah jenis kanker umum, baik dari sisi angka kejadian maupun tingkat kematian.

Pada saat yang sama, tingkat kelangsungan hidup lima tahun pasien kanker di negara tersebut juga terus mengalami peningkatan.

Ket. Foto: Seorang petugas laboratorium melakukan skrining kanker serviks berbasis kecerdasan buatan (AI) di fasilitas pengujian di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/ CN-STR/China OUT

Berdasarkan data yang dirilis pada akhir pekan lalu, angka kejadian dan kematian akibat kanker esofagus di Tiongkok menurun sekitar 4,5 persen per tahun. Sementara itu, angka kematian akibat kanker paru-paru dan kanker nasofaring juga turun rata-rata sekitar dua persen setiap tahun.

Dikutip dari Antara pada Senin (20/7), data tersebut disampaikan dalam rangka kampanye nasional peningkatan kesadaran pencegahan dan pengendalian kanker yang berlangsung pada 15–21 April 2026.

"Tiongkok telah mencapai kemajuan yang stabil dalam pencegahan dan pengendalian kanker, yang membawa lebih banyak kepercayaan dan harapan bagi pasien dan keluarga mereka," kata Kepala Pusat Kanker Nasional Tiongkok He Jie. Ia juga menyebutkan bahwa tingkat kejadian kanker di Tiongkok berada pada level rata-rata global.

Kemajuan ini tidak terlepas dari implementasi berbagai kebijakan pemerintah yang mengedepankan prinsip pencegahan. Penelitian menunjukkan lebih dari 40 persen kasus kanker dapat dicegah melalui langkah pencegahan primer, seperti pola hidup sehat dan pengurangan paparan karsinogen.

Pada 2023, pemerintah Tiongkok menerbitkan pedoman pengembangan berkualitas tinggi dalam pencegahan dan pengendalian kanker, yang menargetkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pengetahuan dasar kanker mencapai lebih dari 80 persen pada 2030.

Untuk mendukung target tersebut, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok meluncurkan program gaya hidup sehat berisi 15 panduan sederhana yang mudah diterapkan, yang populer disebut sebagai “panduan pencegahan kanker” versi nasional.

Tiongkok juga memperkuat jaringan pencegahan dan pengendalian kanker secara berlapis, serta memperluas akses skrining dini. Saat ini, registrasi kanker telah mencakup 98,6 persen wilayah administratif di negara itu.

Penanganan Cepat

Menurut Direktur Departemen Bedah Toraks Rumah Sakit Universitas Peking Shenzhen Liu Jixian, perluasan skrining dini memungkinkan penanganan lebih cepat.

"Itu menawarkan jalur efektif untuk kelangsungan hidup jangka panjang bagi pasien dengan tumor ganas," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar pasien kanker stadium awal berpotensi mencapai kesembuhan klinis melalui pendekatan pengobatan yang komprehensif.

Kemajuan juga didorong oleh inovasi teknologi medis. Salah satunya adalah terapi CAR-T yang dikembangkan perusahaan farmasi Tiongkok untuk pengobatan kanker lambung stadium lanjut.

"Tiongkok memiliki angka kejadian kanker lambung yang tinggi, dan hanya ada sedikit pilihan pengobatan setelah kegagalan terapi lini kedua. Obat ini menjadi terobosan dalam target pengobatan," kata Wakil Kepala Rumah Sakit dan Institut Kanker Liaoning Zhang Jingdong. AS.

  • Kesehatan Masyarakat

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.