Prancis Rugi 6 Miliar Euro Dampak Krisis Timur Tengah

Selasa, 21 Apr 2026, 21:17 WIB

MOSKOW - Krisis yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan di sekitar Iran dapat merugikan perekonomian Prancis antara 4 hingga 6 miliar euro (sekitar Rp80,6 triliun hingga sekitar Rp120,9 triliun), kata Menteri Perekonomian dan Keuangan Prancis Roland Lescure, Selasa (21/4).

"Krisis (Timur Tengah) ini masih sangat tidak pasti dalam hal perkembangannya, dan dampaknya terhadap ekonomi atau keuangan publik," kata Lescure kepada radio RTL.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

"Kami hanya mempertimbangkan kemungkinan kerugian akibat krisis [bagi perekonomian Prancis], yang saat ini masih cukup samar. Kami memperkirakan potensi kerugiannya mencapai 4 hingga 6 miliar euro (sekitar Rp80,6 triliun hingga sekitar Rp120,9 triliun)," imbuhnya.

Pemerintah Prancis tengah mempertimbangkan berbagai tanggapan terhadap krisis tersebut, yang oleh menteri disebut sebagai "langkah-langkah pencegahan," tetapi tidak memberikan rincian spesifik.

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu diperkirakan akan mengumumkan langkah-langkah dukungan baru pemerintah bagi perekonomian, yang akan mulai berlaku pada Mei, imbuh Lescure.

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Kemudian pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Perundingan selanjutnya di Islamabad berakhir tanpa hasil.

Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS memulai blokade pelabuhan Iran.

Hal tersebut membuat para mediator berupaya untuk menyelenggarakan putaran perundingan baru. Ant/Sputnik/RIA Novosti

  • euro
  • emmanuel macron

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Utamakan Perlindungan Pengguna, Platform Aset Digital Ini Menang Penghargaan Kepatuhan Dua Kali Beruntun

Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis Ditambah Pemkot Depok Jadi 52 Sekolah Swasta, Cek Daftarnya di Sini!

Starbucks Korea Tutup Sementara 2.000 Gerai Imbas Kontroversi Promosi Tragedi Gwangju

KUR Melaju Kencang: BRI Catat Hampir Setengah Target Sudah Tersalurkan

Ekonomi Syariah Disebut Mesin Pertumbuhan Baru di Masa Ketidakpastian

Wagub Rano Perkuat Kerja Sama dengan Netflix demi Dongkrak Ekonomi Kreatif Jakarta

Kemenpar Serukan agar Program Pariwisata Jangkau Seluruh 38 Provinsi Indonesia

Purwokerto City Run 2026, Promosikan Budaya dan Pariwisata lewat Pengalaman Lari dan Teknologi Digital

Generali Indonesia Perdana Gelar Generali Lion Heart Run 2026, Dorong Hidup Sehat Sekaligus Bantu Pendidikan 1.000 Anak Usia Dini.

IHSG Hari Ini Terkoreksi, Pasar Menunggu Dua Penentu Arah: MSCI dan The Fed

Di Forum RISING Fellowship, Gubernur Pramono Rayu Singapura Investasi Massif di Jakarta

Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Menahan Napas Menanti Putusan The Fed

Wagub Rano Karno Siapkan SMK Jadi Titik Awal Cetak Talenta Industri AI di Jakarta

Tradisi Suroan Pencak Silat Madiun Angkat Potensi Ekonomi dan Wisata Daerah

Mulai 2027 Grammy Awards Tambah Kategori Khusus Asian Pop

Di Tengah Inflasi Medis yang Terus Meningkat, Allianz Indonesia Ajak Media dan Masyarakat Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan Berkelanjutan.

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Norwegia dan Argentina Kuasai Puncak Grup I & J

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.