- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kazakhstan Sebut PBB Masih...
Kazakhstan Sebut PBB Masih Sangat Penting
Senin, 20 Apr 2026, 20:22 WIBJAKARTA - Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap menjadi organisasi universal yang sangat penting meski efektivitasnya semakin terhambat oleh keterbatasan struktural yang mengurangi kemampuan lembaga dunia itu dalam merespons tantangan global.
Menurut pernyataan resmi Kedubes Kazakhstan di Jakarta, Senin (20/4), hal itu disampaikan presiden Kazakhstan saat berpartisipasi dalam sesi panel tingkat tinggi âMemetakan Masa Depan, Mengelola Ketidakpastianâ di Forum Diplomasi Antalya pada 17 April 2026 di Antalya, Turki.
Menurut Tokayev, meski terdapat kesepakatan luas tentang perlunya reformasi, optimisme terhadap perubahan nyata masih rendah.
Dia menyoroti Dewan Keamanan PBB sebagai isu utama, dengan struktur dan dinamika yang dinilai menjadi penghambat reformasi kelembagaan dan pengambilan keputusan yang efektif.
Presiden Kazakhstan itu pun menyatakan keprihatinan atas meningkatnya negosiasi konflik global di luar kerangka PBB, yang menandakan marginalisasi perannya.
Tren tersebut memicu keraguan terhadap relevansi sistem multilateral, katanya, dan mendorong peninjauan Piagam PBB karena sejumlah ketentuannya dinilai sudah usang.
Tokayev juga menyampaikan kekhawatiran atas melemahnya peran lembaga internasional dalam menangani konflik, termasuk tidak adanya kepemimpinan PBB yang terlihat.
Dia menilai bahwa sistem tata kelola global sedang tertekan, dengan mekanisme lama yang kesulitan menyesuaikan diri terhadap dinamika geopolitik yang terus berubah.
Selain itu, Tokayev juga menekankan pentingnya diplomasi preventif dengan mendorong upaya antisipasi dan mitigasi konflik sejak awal.
Menurutnya, meski telah lama dibahas, implementasinya masih terbatas karena respons komunitas internasional lebih sering bersifat reaktif dibandingkan proaktif.
Dia juga menyoroti perlunya mempertimbangkan dampak teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan, terhadap lembaga internasional dan proses pengambilan keputusan.
Presiden Kazakhstan itu juga menegaskan dukungannya pada diplomasi multilateral dengan catatan bahwa efektivitasnya bergantung pada reformasi nyata dan komitmen politik yang diperbarui.
Forum Diplomasi Antalya (Antalya Diplomacy Forum/ADF) adalah platform tingkat tinggi tahunan yang mempertemukan para pemimpin global, pembuat kebijakan, dan pakar untuk membahas tantangan keamanan internasional, diplomasi, dan tata kelola global.
Forum Diplomasi Antalya 2026 (ADF 2026) yang diselenggarakan di Antalya, Turki, pada 17-19 April 2026, berfokus pada upaya mengatasi ketidakpastian dalam lingkungan geopolitik yang berubah dengan cepat, dengan perhatian khusus pada dinamika konflik, gangguan ekonomi, dan masa depan kerja sama multilateral. Ant
- Kazakhstan
- united nation
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Sport Tourism Menggema di Borobudur, Pariwisata Tak Lagi Sekadar Menikmati Candi
-
Pasca Lebaran, Sekretariat DPRD DKI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Pegawai
-
Perkuat Ekosistem Halal, BPJPH Harap Usaha Besar Rangkul UMK
-
Agen Bandung Siaga 112 Siap Jaga Warga 24 Jam Nonstop
-
Penugasan Misi Perdamaian Dunia Bukan Hanya Menjaga Citra TNI Tetapi Juga Harumnya Negara Indonesia
-
UMY Rescue 2025 Hadir di Aceh, Perkuat Layanan Kesehatan Pascabanjir
-
Menko PMK Ungkap Tingginya Paparan Layar Anak Dini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.