Sport Tourism Menggema di Borobudur, Pariwisata Tak Lagi Sekadar Menikmati Candi

Sabtu, 15 Nov 2025, 19:20 WIB

MAGELANG – Pengembangan sport tourism menjadi strategi efektif untuk meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memperluas sumber pendapatan pariwisata.

Kegiatan olahraga, mulai dari marathon, triathlon, hingga event otomotif dan wisata petualangan, terbukti mampu menarik wisatawan dengan tingkat belanja tinggi dan masa tinggal lebih panjang.

Ket. Foto: Para pelari melalukan pemanasan di sekitar kawasan Candi Borpbudur di Kabupaten Magelang, Sabtu (15/11/2025). — Sumber: ANTARA/ Heru Suyitno

Selain mendorong perputaran ekonomi lokal, sport tourism juga memperkuat citra destinasi melalui eksposur media global yang mengikuti setiap penyelenggaraan event olahraga.

Investasi pada infrastruktur, standar pelayanan, dan kolaborasi dengan komunitas olahraga menjadikan sektor ini sebagai akselerator pertumbuhan pariwisata jangka panjang.

Dalam konteks persaingan antar destinasi, sport tourism hadir sebagai diferensiasi yang memperkaya portofolio pariwisata dan meningkatkan keberlanjutan industri.

Perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan obyek wisata InJuourney Destination Management (IDM) menyampaikan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ke depan akan mengembangkan wisata olah raga atau sport tourism untuk menarik kunjungan para wisatawan.

Direktur Komersial IDM Gitang Richard Panutur di Magelang, Sabtu (15/11), menyampaikan Candi Borobudur sebagai destinasi pariwisata akan terus mengembangkan potensinya sebagai sport tourism.

"Kami sekarang ada sekitar 100 pelari dan 100 yoga yang siap menyambut atau melakukan pemanasan untuk acara Borobudur Marathon 2025," kata Gitang seusai mengikuti pemanasan lari menyambut Borobudur Marathon 2025.

Ia menuturkan, ke depan akan membuka pintu untuk orang-orang bisa menikmati Candi Borobudur sambil berolahraga.

"Kami juga akan membuka banyak komunitas untuk datang ke Candi Borobudur untuk berolahraga dan sambil menikmati Candi Borobudur," katanya.

Ia menyampaikan, Candi Borobudur akan membuka diri untuk mereka bisa berlari pagi di sini.

"Di sini ada 3 kilometer untuk rute di sekitar Candi Borobudur sudah cukuplah buat pemanasan," katanya.

Ia juga menyampaikan di Candi Borobudur saat ini sudah meningkatkan kuota untuk naik candi dari 1.200 wisatawan per hari menjadi 4.000 wisatawan per hari.

"Kami dalam 3 bulan ini telah meluncurkan namanya program sunrise (matahari terbit) dan sunset (matahari tenggelam), untuk menikmati matahari terbit dan matahari tenggelam di Candi Borobudur," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.