Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Senin, 20 Apr 2026, 01:00 WIB

TEHERAN – Selat Hormuz yang strategis kembali ditutup pada Minggu (19/4) menyusul kebuntuan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), dengan ketua parlemen Iran yang berpengaruh mengisyaratkan bahwa kesepakatan perdamaian final masih jauh meskipun ada beberapa kemajuan dalam negosiasi.

Seiring berlanjutnya upaya mediasi setelah pembicaraan tingkat tinggi di Pakistan yang gagal mencapai kesepakatan, Iran mengatakan tidak akan mengizinkan jalur perdagangan maritim penting itu dibuka kembali sampai AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Ket. Foto: Helikopter AH-64 Apache terbang di atas Selat Hormuz. Militer Iran kembali menyatakan Selat Hormuz ditutup Sabtu (18/4), yang menyebabkan kapal-kapal menghentikan upaya transit. — Sumber: AFP/Komando Pusat AS (CENTCOM)

Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen Iran, mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu (18/4) malam bahwa telah ada kemajuan perundingan dengan Washington DC, tetapi masih banyak kesenjangan dan beberapa poin mendasar yang belum terselesaikan.

"Kita masih jauh dari diskusi akhir," kata Ghalibaf, salah satu negosiator Teheran dalam pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang yang dilancarkan Israel dan AS terhadap republik Islam tersebut.

Gencatan senjata selama dua pekan akan berakhir pada Rabu (22/4) kecuali jika diperpanjang.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan dialog yang sangat baik sedang berlangsung dengan Iran, tetapi memperingatkan Teheran agar tidak mencoba memeras AS.

Pada Jumat (17/4) lalu, Teheran menyatakan Selat Hormuz, yang biasanya dilalui seperlima dari minyak dan gas alam cair dunia, telah dibuka setelah gencatan senjata sementara disepakati untuk menghentikan perang Israel dengan sekutu Iran, Hizbullah, di Lebanon.

Hal itu memicu kegembiraan di pasar global dan menyebabkan harga minyak anjlok, tetapi Teheran mengubah haluan setelah Trump bersikeras bahwa blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan berlanjut hingga kesepakatan akhir tercapai.

"Jika Amerika tidak mencabut blokade tersebut, lalu lintas di Selat Hormuz pasti akan terbatas," kata Ghalibaf.

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang belum terlihat sejak mengambil alih kekuasaan setelah ayahnya tewas dalam serangan pembuka perang, mengatakan dalam pesan tertulis bahwa Angkatan Laut Iran siap untuk mengalahkan AS.

Trump menuduh Iran bertindak agak licik dengan langkah-langkahnya baru-baru ini dan memperingatkan Teheran untuk tidak mencoba memeras Washington DC dengan berubah-ubah pendirian terkait selat tersebut.

"Kami sedang melakukan dialog yang sangat baik," kata Presiden Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seraya menambahkan bahwa AS siap untuk mengambil sikap tegas.

Sementara itu Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa setiap upaya untuk melewati selat tanpa izin, akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran.

Sejumlah kecil kapal tanker minyak dan gas melintasi selat pada Sabtu pagi selama pembukaan kembali yang singkat, menurut data pelacakan, tetapi kapal-kapal lain mundur dan hampir tidak ada kapal yang melintasi jalur air tersebut menjelang sore hari.

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.