PBB Peringatkan Dampak Luas Krisis Energi Kuba

Jumat, 05 Jun 2026, 09:12 WIB

ONTARIO - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (4/6), memperingatkan bahwa krisis energi di Kuba yang kian memburuk sangat berdampak terhadap sejumlah layanan penting, termasuk perawatan kesehatan, produksi pangan, dan operasi bantuan kemanusiaan.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers mengatakan dampak gabungan dari "krisis energi akibat perintah eksekutif AS dan sejumlah sanksi lainnya bersamaan dengan badai dan bencana alam, sangat luas dan meluas setiap hari."

Ket. Foto: Warga menaiki becak listrik dan sepeda saat pawai anti-imperialisme di tengah kekurangan yang terus berlanjut dan pemadaman listrik berkepanjangan, saat pulau itu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam di bawah embargo Amerika Serikat yang telah berlangsung selama beberapa dekade, Havana, Kuba (2/4/2026). — Sumber: Antara/Anadolu

"Seluruh layanan dasar, mulai dari air bersih dan sanitasi hingga produksi pangan dan sektor kesehatan, terdampak oleh kurangnya bahan bakar dan aliran listrik," katanya.

Dujarric mencatat bahwa "lebih dari 100.000 operasi telah ditunda karena kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis yang dibutuhkan."

Dia menambahkan bahwa PBB dan para mitranya memiliki "rencana aksi untuk membantu hingga 2 juta orang," tetapi mengatakan krisis energi menghambat upaya bantuan.

"Krisis energi juga membatasi kemampuan kami untuk mengirimkan bantuan yang telah dijanjikan, dengan puluhan kontainer makanan dan perlengkapan medis masih berada di pelabuhan karena kekurangan bahan bakar untuk mengeluarkannya dari pelabuhan," katanya.

Kuba menghadapi krisis bahan bakar yang parah dan pemadaman listrik yang meluas dalam beberapa bulan terakhir setelah pembatasan yang lebih ketat dari AS, termasuk embargo minyak yang diberlakukan pada Januari 2026.

Sumber: Anadolu

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.