Ekonom Energi UGM Nilai Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Tepat, Tekan Beban APBN

Minggu, 19 Apr 2026, 21:35 WIB

YOGYAKARTA — Ekonom energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku 18 April 2026 sebagai langkah yang tepat untuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, kebijakan ini diperlukan karena selama ini Pertamina harus menjual BBM di bawah harga keekonomian sehingga pemerintah menanggung kompensasi yang cukup besar.

Fahmy menyebutkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang tergolong cukup tinggi tersebut diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap inflasi maupun daya beli masyarakat. Hal itu disebabkan oleh jumlah konsumen BBM non-subsidi yang relatif kecil dan mayoritas berasal dari kelompok masyarakat berdaya beli tinggi, sehingga tekanan terhadap konsumsi secara umum dinilai terbatas.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Antara

Ia juga menilai keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM jenis Pertamax dan Green Pertamax sebagai langkah strategis. Menurutnya, kedua jenis BBM tersebut memiliki jumlah konsumen yang lebih besar dibandingkan jenis BBM non-subsidi lainnya, sehingga kenaikan harga berpotensi mendorong inflasi serta menekan daya beli masyarakat secara lebih luas.

Selain itu, Fahmy mengingatkan bahwa jika harga Pertamax dan Green Pertamax dinaikkan sementara harga Pertalite tetap, hal itu berpotensi memicu peralihan konsumsi secara besar-besaran dari Pertamax ke Pertalite. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan beban subsidi BBM yang justru ingin ditekan oleh pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah juga memberikan jaminan bahwa harga BBM subsidi, yakni Pertalite dan Solar, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Menurut Fahmy, jaminan tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat dan dapat mencegah terjadinya panic buying dalam jangka pendek.

Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan tolok ukur waktu dalam kebijakan tersebut berisiko menimbulkan kekecewaan publik apabila tidak dapat dipenuhi. Fahmy menilai ketidakpastian akibat eskalasi konflik di Timur Tengah membuat situasi harga minyak dunia sulit diprediksi. Oleh karena itu, ia menyarankan pemerintah menggunakan indikator harga minyak dunia sebagai acuan dalam menentukan kebijakan harga BBM subsidi, agar tidak menimbulkan ekspektasi berlebihan di masyarakat.

  • BBM
  • Akademisi UGM

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.