Semifinal Liga Champions, “Final” Sesungguhnya?

Jumat, 17 Apr 2026, 07:12 WIB

PARIS - Empat tim terakhir yang bertahan di Liga Champions musim 2025–2026 kini tinggal selangkah lagi menuju partai puncak. Babak semifinal menjanjikan duel sarat gengsi, menghadirkan bentrokan klub raksasa Eropa yang siap memperebutkan tiket ke final di Budapest.

Kemenangan Bayern Munich atas Real Madrid, Kamis (16/4) dini hari WIB menjadi sorotan utama. Gol menit ke-89 Luis Diaz di Allianz Arena memastikan keunggulan agregat, sebelum Michael Olise menambah gol penutup. Bayern akhirnya menang agregat 6-4, karena sebelumnya unggul 2-1 di leg pertama di Madrid.

Ket. Foto: Gelandang Bayern Munich, Michael Olise (kanan), merayakan gol kemenangan 4-3 bersama rekan setimnya, Luis Diaz pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions UEFA antara Bayern Munich lawan Real Madrid di Munich, Jerman selatan, Kamis (16/4) dini hari WIB. — Sumber: Alexandra BEIER / AFP

Laga leg kedua berlangsung ketat sejak awal. Arda Guler membuka keunggulan cepat bagi Madrid akibat blunder Manuel Neuer. Namun tuan rumah segera membalas lewat Aleksandar Pavlovic. Hujan gol terus berlanjut di babak pertama, termasuk gol ke-50 musim ini dari Harry Kane.

Pertandingan tampak menuju perpanjangan waktu sebelum kartu merah Eduardo Camavinga mengubah segalanya. Bermain dengan 10 orang, Madrid tak mampu menahan tekanan hingga Diaz mencetak gol krusial dari luar kotak penalti.

Di semifinal, Bayern akan menghadapi Paris Saint-Germain yang tampil dominan saat menyingkirkan Liverpool dengan agregat 4-0. Kemenangan 2-0 di Anfield menegaskan ambisi klub Prancis tersebut untuk mempertahankan gelar, sesuatu yang terakhir kali hanya mampu dilakukan Madrid dalam 36 tahun terakhir. Laga semifinal PSG lawan Muenchen dianggap “final” sesungguhnya. Sebab kedua klub memang layak di final karena kualitas mereka.

Duel Bayern kontra PSG pernah terjadi di final tahun 2020, dengan rekor pertemuan yang masih berpihak kepada wakil Jerman. Namun, performa PSG musim ini menunjukkan mereka bukan lagi sekadar penantang.

Di sisi lain, Arsenal kembali mencapai semifinal untuk musim kedua beruntun dan akan menghadapi Atletico Madrid. Arsenal lolos dengan susah payah setelah menang agregat 1-0 atas Sporting CP. Sedangkan Atletico menyingkirkan Barcelona dalam duel panas sesama Spanyol.

Pelatih Bayern, Vincent Kompany, memuji mentalitas tim asuhannya. “Para pemain menunjukkan kekuatan mental luar biasa. Kami tetap tenang dan yakin momen itu akan datang,” ujarnya. Dia menekankan kebersamaan tim sebagai kunci kebangkitan meski sempat tertinggal tiga kali.

Sementara itu, pelatih Arsenal Mikel Arteta mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya. “Pesan saya hanya rasa terima kasih. Ini dorongan besar bagi klub,” ujarnya. Arteta juga menyoroti kerja keras kapten Declan Rice yang tetap tampil meski dalam kondisi kelelahan.

Leg pertama semifinal akan digelar pada tanggal 28 April saat PSG menjamu Bayern di Parc des Princes, disusul Atletico kontra Arsenal sehari kemudian di Madrid. Leg kedua berlangsung sepekan berselang. Final Liga Champions musim ini dijadwalkan pada tanggal 30 Mei di Puskas Arena, Hungaria. Ini menandai pertama kalinya Hungaria menjadi tuan rumah laga puncak kompetisi antarklub paling bergengsi di dunia. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.