• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dilarang Prancis, Kanye We...

Dilarang Prancis, Kanye West Tunda Konser di Marseille

Jumat, 17 Apr 2026, 11:06 WIB

Kanye West, rapper yang kini dikenal dengan nama Ye, menunda pertunjukannya di kota Marseille setelah pihak berwenang Prancis mengatakan akan melarang konser tersebut.

Menurut laporan Associated Press, keputusan Ye itu diambil seminggu setelah ia dilarang memasuki Inggris, tempat ia dijadwalkan manggung di Wireless Festival pada bulan Juli mendatang. larangan itu terkait dengan pernyataan-pernyataan anti-Semit sang artis.

Ket. Foto: Kanye West — Sumber: New Yorker

“Setelah banyak pertimbangan, saya memutuskan untuk menunda pertunjukan saya di Marseille, Prancis hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis Ye pada Rabu (15/4) di jejaring sosial X. “Saya tahu butuh waktu untuk memahami ketulusan komitmen saya untuk memperbaiki kesalahan ini.”

Rapper yang mengganti namanya pada tahun 2021, sebelumnya dijadwalkan tampil di Stade Vélodrome Marseille pada 11 Juni.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez berjanji akan mengeksplorasi “semua kemungkinan” untuk memastikan pertunjukan tersebut tidak akan berlangsung sesuai rencana, menurut kantornya.

Awal tahun ini, Walikota Marseille Benoît Payan menentang kunjungan rapper tersebut ke salah satu kota paling multikultural di Prancis, yang memiliki sejarah imigrasi yang membentang selama berabad-abad.

“Saya menolak membiarkan Marseille menjadi ajang pamer bagi mereka yang menyebarkan kebencian dan Nazisme tanpa malu-malu,” kata Payan. “Kanye West tidak diterima di Vélodrome, kuil komunitas kita dan rumah bagi semua warga Marseille.”

Ye telah menuai kecaman luas karena membuat pernyataan anti-Semit dan menyatakan kekaguman kepada Adolf Hitler.

Tahun lalu, Ye merilis sebuah lagu berjudul Heil Hitler dan mengiklankan kaus bergambar swastika untuk dijual di situs webnya. Pihak berwenang di Australia membatalkan visa musisi tersebut pada bulan Juli setelah perilisan single tersebut.

Pria berusia 48 tahun itu meminta maaf pada bulan Januari melalui sebuah surat yang diterbitkan sebagai iklan satu halaman penuh di The Wall Street Journal. Dia mengatakan gangguan bipolar yang dideritanya menyebabkan dia mengalami "episode manik selama empat bulan yang ditandai dengan perilaku psikotik, paranoid, dan impulsif yang menghancurkan hidup saya".

Dalam pesan terbarunya di X, Ye mengatakan, “Saya bertanggung jawab penuh atas apa yang menjadi milik saya, tetapi saya tidak ingin melibatkan penggemar saya. Penggemar saya adalah segalanya bagi saya. Menantikan pertunjukan selanjutnya. Sampai jumpa di puncak dunia.”

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.