Evakuasi Korban Helikopter PK-CFX Terkendala Kondisi Medan dan Jarak Pandang

Kamis, 16 Apr 2026, 22:37 WIB

Pontianak - Tim pencarian gabungan memutuskan menunda proses evakuasi korban helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX hingga Jumat (17/4) besok, karena kondisi medan dan keterbatasan jarak pandang di lokasi jatuhnya helikopter di Sekadau.

"Tim sudah berada di lokasi jatuhnya helikopter. Namun karena kondisi gelap dan medan yang terjal, evakuasi belum memungkinkan dilakukan malam ini," kata Kabagops Polres Sekadau AKP Sugiyanto di Nanga Taman, Jumat malam.

Ket. Foto: Kabagops Polres Sekadau AKP Sugiyanto bersama sejumlah tim pencari dari TNI, Basarnas, BPBD, Lantas Hutan (LTH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sekadau, pemadam kebakaran, serta masyarakat setempat telah berhasil mencapai titik lokasi kejadian (TKP). di Nanga Taman. — Sumber: Antara

Dia mengatakan tim gabungan yang terdiri atas TNI, Basarnas, BPBD, Lantas Hutan (LTH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sekadau, pemadam kebakaran, serta masyarakat setempat telah berhasil mencapai titik lokasi kejadian (TKP).

Sugiyanto menjelaskan, tim saat ini bermalam atau bivak di sekitar 50 meter dari titik lokasi jatuhnya helikopter di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat sambil menunggu kondisi yang lebih memungkinkan pada pagi hari.

"Kami bivak terlebih dahulu di atas bukit. Besok pagi evakuasi akan dilakukan dengan menggunakan peralatan yang saat ini sudah mulai dikirim ke lokasi," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pontianak I Made Junetra memastikan tim gabungan terus memaksimalkan upaya pencarian dan evakuasi setelah adanya indikasi temuan serpihan helikopter dari hasil pemantauan udara.

"Setelah briefing, kami menerima informasi awal adanya serpihan di titik koordinat yang telah diidentifikasi. Namun ini masih berdasarkan pengamatan dari udara,” kata Junetra.

Ia menyebutkan, pencarian udara telah dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali untuk memastikan lokasi, namun operasi sangat bergantung pada kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan.

Tim darat yang dipimpin on-scene commander (OSC) dari Sintang juga telah bergerak mendekati lokasi meski menghadapi medan berat dengan kemiringan tebing curam dan vegetasi rapat.

“Tim di lapangan terus berupaya mendekati titik koordinat meski kondisi medan cukup menantang,” ujarnya.

Basarnas juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian untuk kesiapan tim Disaster Victim Identification (DVI), serta menyiapkan dukungan rumah sakit dan ambulans sebagai langkah antisipasi.

Selain itu, posko utama telah dibuka di Pontianak untuk memudahkan koordinasi dan pelayanan informasi kepada keluarga korban.

Helikopter jenis Airbus H130 tersebut diketahui mengangkut delapan orang, terdiri dari Kapten Marindra W sebagai pilot, Harun Arasyd sebagai co-pilot, serta enam penumpang masing-masing Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Berdasarkan kronologi, helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB dan dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB saat dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih menunggu pelaksanaan pada hari berikutnya dengan mengedepankan faktor keselamatan seluruh personel di lapangan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.