Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Probolinggo Alami Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemkab Bongkar Penyebabnya

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Probolinggo Alami Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemkab Bongkar Penyebabnya Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Probolinggo
Ket. Pekerja menata elpiji di salah satu agen di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

PROBOLINGGO – Kelangkaan elpiji 3 kg mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara distribusi, pengawasan, dan tingkat konsumsi di lapangan.

Meskipun subsidi ditujukan untuk rumah tangga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro, dalam praktiknya terjadi kebocoran penggunaan oleh kelompok yang tidak berhak, sehingga mempersempit akses bagi masyarakat sasaran.

Secara analitis, persoalan ini juga dipengaruhi oleh rantai distribusi yang panjang dan kurang terintegrasi, membuka celah penimbunan serta spekulasi harga di tingkat pengecer. Di sisi lain, fluktuasi pasokan dan keterbatasan data penerima subsidi memperburuk situasi.

Tanpa perbaikan sistem distribusi berbasis data yang akurat dan pengawasan yang ketat, kelangkaan elpiji 3 kg berpotensi terus berulang dan menekan daya beli masyarakat kecil.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyebutkan bahwa tindakan "panic buying" atau membeli secara berlebihan yang dilakukan masyarakat memicu kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Hal itu disampaikan setelah melakukan inspeksi mendadak di sejumlah titik distribusi di wilayah Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, Selasa.

"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait isu kelangkaan elpiji 3 kg yang belakangan menjadi sorotan, sehingga melakukan sidak dengan menyisir pangkalan elpiji di Leces," katanya.

Inspeksi kemudian dilanjutkan ke gudang, distributor hingga toko penjual eceran elpiji 3 kg untuk memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus menelusuri penyebab kelangkaan dan kenaikan harga.

"Pasokan elpiji 3 kg dari pihak Pertamina sejatinya masih dalam kondisi normal, namun terjadi lonjakan permintaan yang cukup signifikan di tingkat masyarakat," katanya.

Dari sisi pasokan sebenarnya normal dan tetap dikirim dengan volume seperti biasanya. Namun di lapangan terjadi peningkatan permintaan, terutama setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Selain itu, ada kecenderungan masyarakat membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya,” katanya.

"Meningkatnya permintaan tidak lepas dari kepanikan masyarakat yang dipicu informasi yang belum tentu benar, sehingga mendorong aksi penimbunan karena sebagian warga terpengaruh isu yang beredar, sehingga membeli elpiji 3 kg lebih banyak dari kebutuhan normal," tuturnya.

Menurut dia, kondisi tersebut berdampak pada menipisnya stok di tingkat pangkalan, sehingga menyebabkan kelangkaan elpiji di sejumlah wilayah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Probolinggo segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.

“Kami akan bersurat kepada pihak Pertamina agar dapat menambah alokasi stok elpiji 3 kg untuk Kabupaten Probolinggo, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga kembali stabil,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Bikin Emak-emak Resah! Harg...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.