Kota Makassar di Sulsel Tertinggi Kejadian Laka Lantas

Selasa, 14 Apr 2026, 15:55 WIB

MAKASSAR -- Peristiwa kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) hingga April 2026, Kota Makassar berada di posisi pertama dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 1.508 kejadian tersebar di enam kecamatan yang masuk zona rawan.

"Jika kita mengacu pada titik black spotnya (titik rawan) Kota Makassar, Itu memiliki enam titik black spot. Daerah (kecamatan) Panakkukang, Biringkanaya, Tamalanrea, Tamalate, Rappocini dan Manggala," kata Direktur Ditlantas Polda Sulsel Kombes Pol Pria Budi di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas mengevakuasi korban saat simulasi penanganan kecelakaan lalu lintas. — Sumber: ANTARA/Prasetia Fauzani.

Menurutnya, penyebab laka lantas tersebut karena kurangnya pemahaman maupun kesadaran masyarakat tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang terpasang serta melawan arus lalu lintas, termasuk tidak mengenakan helm.

"Banyak dari masyarakat kita salah satunya melanggar arus, itu yang paling tinggi terjadi di Makassar. Tetapi, kami sudah melakukan upaya-upaya pre-emptive, preventive, pembinaan, pencegahan maupun represif di wilayah tersebut," tuturnya seusai diskusi Forum Keselamatan Transportasi di Kantor Jasa Raharja Sulsel.

Guna menekan tindakan pelanggaran, pihaknya terus melaksanakan berbagai upaya seperti edukasi sampai pada penegakan hukum. Sistem tilang elektronik (ETLE) diterapkan pada 14 titik kamera statis wilayah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, termasuk perangkat ETLE handheld digunakan petugas Polantas.

Data dari Jasa Raharja, kasus laka lantas di Kota Makassar tercatat dari 1.508 kejadian pada enam titik rawan tersebut, sebanyak 74 orang meninggal dunia (MD), dan korban Luka-luka (LL) berjumlah 1.908 orang.

Rinciannya, di Kecamatan Biringkanaya, sebanyak 390 kejadian, 17 orang meninggal dunia (MD) dan 458 orang luka-luka (LL). Disusul, Kecamatan Panakukang, 282 kejadian, 15 orang MD dan 347 LL. Kecamatan Tamalanrea 249 kejadian, 12 orang MD, dan 303 LL.

Kecamatan Tamalate, 242 kejadian, 10 orang MD, dan 323 LL. Kecamatan Manggala, 173 kejadian, 10 orang MD, dan 235 LL. Kecamatan Rappocini, 172 kejadian laka lantas, 1 MD dan 215 LL.

Sedangkan jumlah laka lantas di posisi kedua Kabupaten Gowa, titik rawan di Kecamatan Somba opu, tercatat ada 181 kejadian laka lantas, 11 orang MD, 237 LL. Disusul Kabupaten Maros, di Kecamatan Turikale, 173 kejadian, 11 orang MD dan 262 LL.

Selanjutnya, Kabupaten Jeneponto, titik rawan di Kecamatan Binamu, 167 kejadian, 6 orang MD dan 231 LL. Kabupaten Bulukumba, di Kecamatan Gantarang, 146 kejadian, 12 orang MD dan 212 LL.

Tercatat pada 10 titik rawan di empat kabupaten kota Provinsi Sulsel, total sebanyak 2.179 kejadian. Rinciannya, jumlah korban luka-luka 2.850 orang, dan korban jiwa atau meninggal dunia mencapai 118 orang.

Santunan yang telah disalurkan PT Jasa Raharja, untuk para korban tersebut, yaitu meninggal dunia sebesar Rp14,70 miliar, Luka-luka Rp16,59 miliar serta cacat tetap dan lainnya senilai Rp165 juta.

Sebelumnya, data Dirlantas Polda Sulsel merilis kasus laka lantas sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren penurunan. Dari 24 kabupaten kota se-Sulsel total ada 7.144 kasus pada 2025, dan pada 2024 tercatat 7.884 kasus atau turun 740 kasus. Namun korban meninggal dunia mencapai 807 orang pada 2025.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin seusai mengikuti diskusi Forum Forum Keselamatan Tranportasi menyatakan, diperlukan upaya pencegahan dengan menghadirkan stakeholder terkait, termasuk penanganan peristiwa kecelakaan. Sebab, itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

"Harus memang dilakukan secara kolaborasi dengan lintas sektor. Dan wujud dari pelaksanaan itu adalah diskusi kami tadi mengarah bagaimana kemudian kepada hal-hal yang konkrit dan berdampak serta terukur," katanya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.