KA BIAS Solo-Madiun Kini Jadi Primadona Akses Bandara dan Mobilitas Harian
Selasa, 14 Apr 2026, 12:40 WIBJAKARTA - Layanan Kereta Api Bandara Adi Soemarmo atau KA BIAS terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang Triwulan I 2026. Moda transportasi ini mencatat 208.583 pelanggan pada periode Januari hingga Maret 2026, meningkat 31,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 159.092 pelanggan.
Peningkatan jumlah penumpang tersebut mencerminkan peran KA BIAS yang semakin kuat dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Solo hingga Madiun. Selain sebagai akses menuju bandara, layanan ini juga dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas harian masyarakat dengan tarif yang terjangkau.
"KA BIAS selain menghubungkan masyarakat ke bandara, juga menjadi pilihan yang digunakan dalam berbagai aktivitas. Dengan tarif yang terjangkau, layanan ini hadir sebagai bagian dari keseharian masyarakat di kawasan Solo hingga Madiun," ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Di wilayah Daop 6 Yogyakarta, KA BIAS melayani lebih dari 110 ribu pelanggan naik dan sekitar 115 ribu pelanggan turun selama Triwulan I 2026. Stasiun Solo Balapan menjadi titik dengan mobilitas tertinggi, diikuti oleh sejumlah stasiun lain seperti Kadipiro, Solo Jebres, Palur, hingga Bandara Adi Soemarmo yang saling terhubung dalam satu jaringan.
Sementara itu, di wilayah Daop 7 Madiun, layanan ini mencatat lebih dari 92 ribu pelanggan naik dan sekitar 88 ribu pelanggan turun. Stasiun Madiun menjadi pusat aktivitas tertinggi, yang menunjukkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.
Konektivitas yang dibangun KA BIAS membentuk aglomerasi Solo-Madiun yang semakin terintegrasi dan efisien. Masyarakat dapat berpindah antarwilayah dengan lebih praktis tanpa harus berganti moda transportasi secara berulang, sekaligus mempermudah akses menuju bandara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Triwulan I 2026 turut mendorong peningkatan mobilitas masyarakat. Hal ini sejalan dengan kebutuhan akan transportasi publik yang andal, terjangkau, dan tepat waktu untuk menunjang aktivitas ekonomi dan sosial.
"KA BIAS hadir untuk menjaga keterhubungan antarwilayah dalam satu kawasan yang terus berkembang. Setiap perjalanan membawa kemudahan akses, memperkuat aktivitas masyarakat, dan menjaga pergerakan ekonomi tetap berjalan," tutup Anne.
Dengan tarif mulai dari Rp7.000 hingga Rp40.000 serta jadwal keberangkatan sejak pagi hari, KA BIAS menjadi solusi transportasi yang fleksibel bagi berbagai kalangan. Layanan ini diharapkan terus memperkuat konektivitas regional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Solo dan Madiun.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pengadilan Tinggi Jateng Perberat Hukuman Mantan Pj Bupati Cilacap
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
-
Lebaran Depok 2026 Hadirkan UMKM Unggulan, Budaya, dan Kreasi Komunitas
-
BRIN Sebut Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu Ancam Ekosistem Perairan Jakarta
-
Kodam Pattimura Dampingi Korban Kecelakaan Truk TNI di Ambon
-
Pemkab Bekasi Dorong Petani Adaptif, Cuaca Ekstrem Tak Bisa Diabaikan
-
Devisa Terkuras Demi Bayar Utang dan Intervensi Rupiah, Dompet Negara Mulai Tipis?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.