Marie-Louise Eta Cetak Sejarah, Jadi Pelatih Wanita Pertama di Liga Top Eropa
Senin, 13 Apr 2026, 00:30 WIBBERLIN - Klub Bundesliga Jerman, Union Berlin resmi menunjuk Marie-Louise Eta sebagai pelatih, Minggu (12/4) waktu setempat, menjadikannya perempuan pertama yang menangani tim pria di lima liga top Eropa.
Penunjukan ini terjadi setelah klub memecat Steffen Baumgart menyusul hasil buruk dalam beberapa pekan terakhir. Eta, yang kini berusia 34 tahun, akan memimpin tim hingga akhir musim di Bundesliga.
âSaya sangat senang klub mempercayakan tugas yang menantang ini kepada saya,â ujar Eta dalam pernyataan resminya. âSalah satu kekuatan Union adalah kemampuan kami untuk bersatu dalam situasi sulit. Saya yakin kami bisa meraih poin yang dibutuhkan.â
Penunjukan Eta menandai momen bersejarah. Untuk pertama kalinya, klub pria di kasta tertinggi liga top Eropa, Jerman, Inggris, Spanyol, Italia, dan Prancis, dipimpin oleh seorang pelatih wanita.
Eta sebelumnya telah mencatat sejarah saat menjadi asisten pelatih wanita pertama di Bundesliga pada tahun 2023. Kini, ia melangkah lebih jauh dengan menduduki posisi pelatih utama.
Laga debutnya akan berlangsung Sabtu mendatang saat Union Berlin menjamu Wolfsburg.
Keputusan mengganti pelatih tidak lepas dari performa tim yang menurun drastis pada paruh kedua musim. Kekalahan 1-3 dari 1. FC Heidenheim menjadi titik akhir bagi Baumgart.
Padahal, Baumgart yang pernah menjadi pemain favorit fans sempat membawa Union finis di posisi ke-13 pada musim sebelumnya dan nyaris menembus zona kompetisi Eropa. Namun, sejak Natal, tim hanya mampu meraih dua kemenangan dan kini hanya berjarak tujuh poin dari zona play-off degradasi.
Direktur olahraga klub, Horst Heldt, mengakui situasi tim sangat mengkhawatirkan. âKami menjalani paruh kedua musim yang sangat mengecewakan. Kami membutuhkan poin untuk bertahan di liga,â ujarnya.
Sebelum beralih ke dunia kepelatihan, Eta memiliki karier yang solid sebagai pemain. Ia pernah menjuarai Liga Champions wanita pada tahun 2010 bersama 1. FFC Turbine Potsdam, serta meraih tiga gelar Bundesliga wanita.
Ia pensiun di usia 26 tahun dan memulai karier sebagai pelatih, termasuk menangani tim muda Werder Bremen serta bekerja di federasi sepak bola Jerman, DFB.
Menariknya, Eta sebenarnya telah dijadwalkan untuk menangani tim wanita Union Berlin mulai musim panas mendatang, yang saat ini tengah menjalani musim debut di kasta tertinggi.
Meski sejumlah pelatih wanita pernah menangani tim pria di level bawah, belum pernah ada yang memimpin di kasta tertinggi sebelumnya. Salah satu contoh terbaru adalah Sabrina Wittmann yang melatih Ingolstadt 04 di divisi ketiga Jerman.
Sementara itu, Corinne Diacre pernah melatih klub Prancis Clermont Foot di divisi kedua sebelum beralih ke tim nasional wanita Prancis.
Penunjukan Eta kini membuka babak baru dalam sejarah sepak bola Eropa, sekaligus menjadi simbol kemajuan peran perempuan di level tertinggi olahraga paling populer di dunia.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Pramono Ungkap Biaya Pembangunan Taman Bendera Pusaka Tak Pakai APBD
-
Tak Mau Jadi Titik Macet, PU Pastikan Pemalang–Pekalongan Siap Sambut Arus Mudik Lebaran
-
Laga Berat Menanti Alcaraz dan Sinner di Babak Awal
-
Hujan Deras, Banjir Satu Meter Lebih Rendam Permukiman Warga Kebon Pala Jaktim
-
Bayern Muenchen Pastikan Juara Bundesliga 2025/26
-
Antisipasi Dampak Krisis Global, Beberapa Fraksi Parpol DPR Dukung Opsi Prabowo Kurangi Gaji Pejabat
-
Bus Transjakarta Terlambat Akibat Lalin di Flyover Pancoran Padat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.