BGN Hentikan Operasional 18 Dapur Satuan Pelayanan Gizi di Papua Barat
Minggu, 12 Apr 2026, 20:35 WIBMANOKWARI -Â Komitmen Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjaga standar keamanan pangan diuji. Sebanyak 18 dari 43 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Papua Barat terpaksa dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Langkah tegas ini diambil lantaran instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sertifikasi higiene di belasan lokasi tersebut belum memenuhi kriteria ketat yang
Koordinator BGN Regional Papua Barat Erika Vionita Werinussa di Manokwari, Minggu, mengatakan sarana instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk seluruh dapur SPPG wajib mengikuti ketentuan dan standar operasi yang telah ditetapkan.
âAda dua dari 18 dapur yang di-suspend sedang dalam proses pencabutan karena sudah menyelesaikan IPAL. Satu dapur di Manokwari Selatan dan dua ada di Manokwari,â kata Erika.
Ia menjelaskan bahwa penghentian sementara operasional dapur SPPG karena IPAL tidak sesuai kriteria merupakan komitmen BGN dalam memastikan penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.
SPPG yang di-suspend tersebar di Kabupaten Manokwari sebanyak tujuh dapur, kemudian Kabupaten Kaimana, Fakfak dan Teluk Bintuni masing-masing tiga dapur, serta Kabupaten Manokwari Selatan terdapat dua dapur.
âKalau suspend berarti dapur tidak bisa beroperasi, sehingga insentif juga tidak dibayarkan. Kami terus berkoordinasi dengan mitra agar mempercepat perbaikan IPAL,â ujarnya.
Selain IPAL, kata Erika, tindakan penghentian sementara operasional dapur SPPG juga berkaitan dengan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang belum dipenuhi, seperti yang terjadi di wilayah Teluk Bintuni dan Manokwari.
BGN telah memperpanjang waktu penyelesaian IPAL maupun pemenuhan SLHS dari 31 Maret 2026 menjadi 30 April 2026 dengan harapan masing-masing mitra pengelola dapur tidak mengabaikan ketentuan yang telah ditetapkan.
âSuspend karena SLHS itu ada tiga dapur. Dua dapur di Teluk Bintuni dan satu dapur di Manokwari,â kata Erika.
Menurut dia, dalam waktu dekat akan ada penambahan tiga dapur SPPG di Papua Barat yang terdiri atas dua dapur masih dalam proses aktivasi virtual akun, sedangkan satu dapur masih mencari tenaga ahli gizi.
Pembangunan dapur SPPG dengan kategori wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Kaimana sebanyak sepuluh lokasi dan Teluk Bintuni satu lokasi, terlebih dahulu dilakukan penilaian oleh tim appraisal.
âDua dapur yang proses aktivasi virtual berada di Kaimana, kalau sementara mencari ahli gizi itu di Manokwari. Bulan ini juga kami mau turun ke lokasi yang akan dibangun dapur SPPG 3T,â ucap Erika.
- makan bergizi gratis
- dapur sppg
- badan gizi nasional
- manokwari
- bgn papua barat
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Noel Klaim Selamatkan Uang Rakyat Lebih Banyak dari KPK, Akui Terima Rp3 Miliar Saat Jadi Wamenaker
-
Antonelli Incar Hat-trick saat Balapan Formula 1 Kembali Digelar di Miami
-
Pemotongan Gaji Menteri 25 Persen? Pemerintah Sebut Masih Sekadar Wacana
-
Ruang Fiskal Menyempit, Mesin Pertumbuhan Ekonomi Bisa Melambat
-
Bapanas Kawal Kesepakatan Serap Telur Peternak Jatim, SPPG Gunakan Menu Telur Minimal 3 Kali Sepekan
-
YKABF 2026: Saat Buku Seni Bukan Sekadar Karya, Tapi Ruang Diskusi dan Kolaborasi
-
Meningkatkan Kepatuhan Faskes dalam Mengelola Limbah B3
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.