Antisipasi Kekeringan, Kementan Siapkan Irigasi Pompa di Lamongan
Minggu, 12 Apr 2026, 22:00 WIBLAMONGAN â Irigasi perpompaan makin sering jadi solusi praktis di tengah tantangan air yang nggak selalu bisa diandalkan dari alam.
Dibanding mengandalkan aliran gravitasi, sistem ini lebih fleksibel karena air bisa dipompa dari sumber terdekatâseperti sungai atau sumurâlangsung ke lahan pertanian.
Dari sisi manfaat, petani jadi punya kontrol lebih besar atas waktu dan volume air. Ini penting banget, terutama saat musim kemarau atau ketika pola hujan makin nggak menentu. Produktivitas pun bisa lebih terjaga karena tanaman nggak lagi sepenuhnya bergantung pada cuaca.
Tapi, ada catatan juga. Irigasi perpompaan butuh biaya operasional, terutama untuk energi, jadi efisiensi jadi kunci. Makanya, kombinasi dengan teknologi hemat energi atau sumber energi alternatif bisa jadi langkah penting supaya sistem ini tetap ekonomis sekaligus berkelanjutan.
Kementerian Pertanian menyiapkan irigasi perpompaan untuk Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebagai upaya menjaga ketersediaan air pertanian saat musim kemarau.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian Hermanto di Lamongan, Sabtu (11/4), mengatakan sarana irigasi tersebut segera dipasang agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan optimal.
âKami ingin air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani. Sebab, kondisi waduk diperkirakan masih cukup dengan ketinggian air sekitar tiga meter, tinggal bagaimana mengalirkan ke lahan pertanian,â katanya.
Ia menjelaskan pemasangan irigasi perpompaan ditargetkan paling lambat pekan depan untuk mengantisipasi risiko kekeringan pada tanaman padi yang saat ini telah berumur lebih dari satu bulan.
Menurut Hermanto, langkah tersebut dilakukan agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan tanaman tidak mengalami gagal panen menjelang masa panen pada Juni mendatang.
Sebagai informasi, irigasi perpompaan merupakan sistem pengairan yang menggunakan pompa untuk mengambil air dari sumber seperti sungai, sumur, atau embung, kemudian didistribusikan ke lahan pertanian melalui saluran terbuka maupun tertutup.
Sistem tersebut umumnya digunakan pada lahan yang posisinya lebih tinggi dari sumber air atau tidak terjangkau jaringan irigasi teknis.
Penerapan irigasi perpompaan dinilai efektif untuk mengantisipasi kekeringan pada lahan tadah hujan, memperluas areal tanam, serta meningkatkan frekuensi panen petani dalam satu tahun.
Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan awal musim kemarau di Jawa Timur diprediksi terjadi pada Mei 2026, dengan puncak kekeringan berlangsung pada Agustus hingga September serta potensi penurunan curah hujan sebesar 20â40 persen akibat fenomena El Nino.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan Joko Raharto menyebutkan sebanyak 15 kecamatan dan 71 desa di daerahnya diprediksi terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
âData itu yang kami sampaikan pada Provinsi Jatim guna keperluan langkah antisipasi dan mitigasi, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan dukungan irigasi bagi sektor pertanian,â ujarnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sebelumnya menyatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memetakan sumber-sumber air guna memastikan musim tanam kedua tidak mengalami gagal panen.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga melakukan normalisasi waduk dan sungai untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber air selama musim kemarau.
- El Nino
- irigasi perpompaan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemenhut Berhasil Selamatkan 100 Satwa Liar Terdampak Karhutla
-
Ilmuwan Perkirakan El Niño Dahsyat akan Menyebabkan 450.000 Kematian dalam Enam Bulan ke Depan
-
Atlet Angkat Besi Saatnya Unjuk Kekuatan di Asian Games
-
Tundukkan Jepang, Sepak Takraw Putri Sumbang Medali Perunggu
-
WMO Peringatkan El Niño Superkuat, Suhu Laut Pasifik Tembus 3,7 Derajat Celsius - Dunia Terancam Kekeringan dan Banjir
-
Percaya Tapi Tak Sayang? Cuma 12 Persen Warga Indonesia yang Merasa Dekat Sama Parpol!
-
Infinix XBOOK 14 NEO Resmi Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp7,99 Juta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.