Seoul: Korut Tembakkan Sejumlah Misil Balistik

Kamis, 09 Apr 2026, 02:40 WIB

SEOUL - Korea Utara (Korut) telah menembakkan beberapa misil balistik jarak pendek dalam dua putaran pada Rabu (8/4), kata militer Korea Selatan (Korsel).

Peluncuran itu terjadi setelah Presiden Korsel, Lee Jae-myung, awal pekan ini berusaha memperbaiki hubungan dengan Korut sejak ia menjabat tahun lalu, mengkritik pendahulunya karena diduga mengirim drone untuk menyebarkan propaganda di Pyongyang.

Ket. Foto: Warga di Korsel menyaksikan tayangan berita di monitor televisi di sebuah stasiun kereta di Seoul yang mewartakan peluncuran misil oleh Korut pada Rabu (8/4). Beberapa misil balistik Korut ini dilaporkan diarahkan ke Laut Timur. — Sumber: AFP/Jung Yeon-je

Peluncuran misil balistik ini dipandang sebagai penolakan terbaru Korut terhadap tawaran perdamaian Seoul, menurut para analis.

Militer Korsel  pada Rabu pagi mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi proyektil tak dikenal yang diluncurkan dari wilayah ibu kota Korut sehari sebelumnya. Sekitar satu jam kemudian, militer mengatakan pihaknya juga mendeteksi beberapa misil balistik tak dikenal yang ditembakkan pada Rabu pagi dari daerah Wonsan Korut menuju Laut Timur (Laut Jepang).

Dalam pernyataan terpisah, militer mengatakan itu adalah misil balistik jarak pendek yang ditembakkan sekitar pukul 08.50 dan terbang sekitar 240 kilometer. Setidaknya satu misil tambahan diluncurkan sekitar pukul 14.20.

“Militer kami telah memperkuat pengawasan dan kewaspadaan dalam persiapan peluncuran lebih lanjut, sambil menjaga kesiapan penuh,” kata militer Korsel.

Penjaga Pantai Jepang juga mengatakan objek yang diduga misil balistik telah diluncurkan dari Korut, seraya mendesak agar kapal-kapal untuk tetap waspada.

Pertemuan Darurat

Menanggapi perkembangan terbaru terkait peluncuran misil oleh Korut, dinas keamanan nasional Seoul di kantor Kepresidenan Gedung Biru segera mengadakan pertemuan darurat, meminta Pyongyang untuk segera menghentikan provokasi.

Dengan mengutip perang yang sedang terjadi di Timur Tengah, kantor tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah menginstruksikan lembaga terkait untuk lebih waspada dalam menjaga kesiapan.

Kantor tersebut juga mendesak Korut untuk segera menghentikan peluncuran misil balistiknya, karena menganggapnya sebagai tindakan provokatif yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Peluncuran itu adalah pesan Pyongyang kepada Seoul bahwa sikap anti-Selatannya tetap teguh meskipun Seoul berulang kali menawarkan,” kata Lim Eul chul, seorang ahli tentang Korut di Universitas Kyungnam.

“Peluncuran secara berturut-turut dan pernyataan baru-baru ini juga menggarisbawahi tekad Korut untuk mengabaikan upaya Korsel dalam meningkatkan hubungan antar-Korea,” imbuh dia.

Komentar Lim ini diutarakan setelah seorang pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Korut pada Selasa (7/4) menggambarkan Korsel sebagai negara musuh yang paling bermusuhan dengan Pyongyang, menghidupkan kembali label yang sebelumnya digunakan oleh pemimpin Kim Jong-un. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.