PSG Manfaatkan Kemerosotan Moral Liverpool

Rabu, 08 Apr 2026, 06:53 WIB

PARIS - Laga seru akan tersaji di Parc des Princes, Kamis (9/4) dini hari WIB, saat Paris Saint-Germain menjamu Liverpool dalam leg pertama perempat final Liga Champions. Jika melihat performa terbaru kedua tim, tuan rumah menatap laga tersebut dengan kepercayaan diri tinggi. Sebaliknya, wakil Inggris ini tengah limbung dan jatuh moral dengan kekalahan-kekalahan.

Bagi pelatih Arne Slot, laga ini menjadi ujian berat. Kenangan kemenangan tipis 1-0 di Paris musim lalu kini terasa jauh. Ini terlebih setelah tim asuhannya mengalami penurunan performa drastis. Liverpool bahkan baru saja dipermalukan Manchester City dengan skor telak 0-4 di ajang Piala FA. Ini hasil yang semakin menekan posisi Slot di kursi pelatih.

Ket. Foto: Pemain Paris Saint-Germain, Vitinha, (kiri) dan Striker Liverpool, Mohamed Salah. — Sumber: Miguel MEDINA/AFP

Kapten Virgil van Dijk secara terang-terangan mengakui timnya “menyerah” dalam laga tersebut. Ini sebuah pengakuan yang mengkhawatirkan bagi para pendukung The Reds. Sepanjang musim ini, Liverpool sudah menelan 15 kekalahan di semua kompetisi, rekor terburuk sejak era Brendan Rodgers pada musim 2014–2015.

Performa tandang Liverpool pun jauh dari meyakinkan. Empat kekalahan dari lima laga terakhir di luar kandang menjadi bukti inkonsistensi mereka. Satu-satunya kemenangan hanya diraih atas Wolverhampton Wanderers yang tengah terancam degradasi.

Di sisi lain, PSG justru menunjukkan grafik menanjak. Tim asuhan Luis Enrique kini memimpin klasemen Ligue 1 dengan keunggulan empat poin atas Lens dan masih memiliki satu laga tunda. Kemenangan 3-1 atas Toulouse akhir pekan lalu, lewat dua gol Ousmane Dembele, memperpanjang tren positif mereka menjadi empat kemenangan beruntun.

Tak hanya itu, PSG juga memiliki rekor impresif di Liga Champions. Mereka selalu lolos dari empat perempat final terakhir dan mencatat tujuh laga tanpa kekalahan melawan klub Inggris di kompetisi ini, dengan lima di antaranya berakhir kemenangan.

Meski demikian, Liverpool masih punya secercah harapan. Secara historis, kedua tim sama-sama mencatat tiga kemenangan dalam pertemuan resmi UEFA. Namun, kondisi skuad saat ini tetap menjadi perhatian utama.

Kabar baik datang dengan pulihnya Mohamed Salah, Federico Chiesa, dan Jeremie Frimpong. Namun, sejumlah pemain seperti Alisson Becker masih diragukan tampil, sementara beberapa nama lain dipastikan absen hingga akhir musim.

PSG pun tak tanpa masalah. Bradley Barcola dipastikan absen karena cedera pergelangan kaki, disusul Fabian Ruiz yang mengalami masalah lutut. Namun, kembalinya pemain-pemain kunci seperti Vitinha dan kapten Marquinhos membuat kekuatan PSG tetap solid.

Menariknya, dalam pertemuan musim lalu, Liverpool sempat disebut sebagai “tim nyaris sempurna” oleh Luis Enrique. Kini, situasinya berbalik. PSG justru tampil sebagai favorit kuat untuk melaju ke semifinal.

Kemenangan adu penalti atas Liverpool di babak 16 besar musim lalu menjadi titik balik perjalanan PSG hingga akhirnya meraih gelar Liga Champions pertama mereka. Sejak saat itu, kedua tim berjalan di jalur yang berbeda.

Kondisi Tim

Liverpool kini tertatih di posisi kelima Liga Inggris dan berjuang untuk sekadar kembali ke Liga Champions musim depan. Sebaliknya, PSG semakin matang dan focus. Bahkan sampai meminta penjadwalan ulang laga domestik demi persiapan menghadapi Liverpool.

“Kami sudah menunjukkan kesiapan sejak lama, tetapi masih ada hal yang bisa ditingkatkan,” ujar Luis Enrique. Dengan performa gemilang Khvicha Kvaratskhelia dan ketajaman Dembele, lini serang PSG menjadi ancaman nyata. Namun, satu celah masih terlihat di sektor penjaga gawang setelah kepergian Gianluigi Donnarumma.

Sementara itu, Liverpool berharap pada ketajaman Hugo Ekitike, yang musim ini telah mencetak 17 gol. Ironisnya, pemain berusia 23 tahun itu justru akan menghadapi mantan klubnya, tempat ia gagal bersinar di awal karier.

“Hugo sedang dalam performa terbaiknya. Kami hanya berharap itu tidak terjadi saat melawan kami,” ujar Dembele. Dengan kondisi kontras kedua tim, laga ini diprediksi berlangsung sengit. Namun, jika Liverpool tak segera bangkit, Paris bisa kembali menjadi mimpi buruk bagi mereka. ben/AFP/G-1

Perkiraan Formas

Paris Saint-Germain 4-3-3

Safonov

Hakimi, Marquinhos, Pacho, Mendes

Zaire-Emery, Vitinha, Neves

Doue, Dembele, Kvaratskhelia

Liverpool 4-2-3-1

Mamardashvili

Frimpong, Konate, Van Dijk, Kerkez

Gravenberch, Mac Allister

Salah, Szoboszlai, Wirtz

Ekitike

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.