- Home
-
- Luar Negeri
-
- CSEL, Gadget yang Menyelam...
CSEL, Gadget yang Menyelamatkan Nyawa Pilot F-15 AS yang Jatuh di Iran
Rabu, 08 Apr 2026, 00:01 WIBWASHINGTON DC - Keberhasilan penyelamatan seorang navigator F-15E Strike Eagle AS di wilayah barat daya Iran menyoroti salah satu alat tercanggih dalam pencarian dan penyelamatan tempur modern: Combat Survivor Evader Locator (CSEL).
Dari Calcalistech, diproduksi oleh Boeing, CSEL adalah perangkat ringkas seberat 800 gram yang terintegrasi ke dalam rompi penyelamat pilot. Perangkat ini tetap terpasang setelah pelontaran, terus menerus mengirimkan data lokasi terenkripsi dan pesan yang telah dimuat sebelumnya seperti "terluka" atau "siap untuk dievakuasi". Sinyal-sinyal ini menggunakan lompatan frekuensi cepat dan semburan ultra-pendek, sehingga sangat sulit dideteksi oleh sistem peperangan elektronik musuh.
Dirancang untuk daya tahan, CSEL dapat berfungsi setelah terendam air hingga kedalaman 10 meter dan memiliki daya tahan baterai siaga hingga 21 hari. Antarmuka-nya memungkinkan pengoperasian dalam kondisi gelap, di bawah tekanan, dan saat mengenakan sarung tangan penerbangan. Perangkat ini mendukung komunikasi garis pandang melalui antena eksternal dan komunikasi satelit melalui antena internal, dengan tombol darurat untuk sinyal bahaya yang tidak terenkripsi sebagai upaya terakhir.
Dalam operasi baru-baru ini, pilot mengandalkan zona aman yang telah dimuat sebelumnya dan mengirimkan pembaruan terenkripsi setiap beberapa jam untuk menghindari deteksi. Hanya ketika helikopter penyelamat mendekat, CSEL beralih ke mode yang memungkinkan pesawat untuk mengunci lokasi tepatnya. Satelit militer mengirimkan data tersebut ke pusat komando global, yang dapat mengakses identitas pilot, informasi medis, dan kode otentikasi.
- Perang Iran
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Dewan Keamanan Iran Mengkonfirmasi Perang akan Segera Berakhir
-
Pilot-pilot F-5 Iran Ungkap Kisah Serangan Jauh di Garis Belakang Lawan, Pangkalan Udara AS Kuwait
-
Draf Akhir Kesepakatan Damai Antara AS dan Iran Telah Tercapai
-
Direktur Iintelijen AS Tulsi Gabbard Mengundurkan Diri setelah Masa Jabatan Penuh Gejolak
-
Iran Menetapkan 'Garis Merah' Hak Perkaya Uranium di Tengah Ketegangan dengan Trump
-
Pesan Terbaru Iran Picu Pertanyaan Tentang Suksesi Mojtaba Khamenei.
-
Kesepakatan Damai AS dengan Republik Islam Iran Telah Tercapai, Penandatanganan pada 19 Juni
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.