Zulhas Pastikan Pangan RI Aman Meski Gejolak Global, Stok Beras Tembus 4,6 Juta Ton
Selasa, 07 Apr 2026, 19:40 WIBJakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan, kondisi pangan Indonesia tetap aman meski gejolak geopolitik global mempengaruhi distribusi logistik dan biaya bahan baku.
Ia menyebut dinamika global, termasuk konflik di sejumlah kawasan, berdampak pada jalur distribusi dan biaya produksi di dalam negeri.
âIya memang ada beberapa (harga pangan naik), saya akui dampak (geopolitik) itu terasa,â kata Zulkifli Hasan usai kegiatan silaturahmi di Jakarta, Selasa (7/4).
Menurutnya, gangguan logistik global menyebabkan waktu pengiriman barang meningkat signifikan sehingga berimbas pada biaya distribusi.
âSekarang transportasi laut itu berputar, yang tadinya 20 hari sekarang bisa 60 hari lebih,â ujarnya.
Kenaikan biaya energi juga turut mendorong peningkatan ongkos transportasi, termasuk harga avtur yang berdampak pada tarif angkutan udara.
Selain itu, kenaikan harga bahan baku seperti plastik turut mempengaruhi ketersediaan sarana distribusi, termasuk karung untuk gabah di sejumlah daerah.
âMisalnya sekarang plastik. Plastik itu luar biasa naiknya,â ungkapnya.
Meski demikian, Zulhas memastikan kondisi pangan nasional, khususnya beras, tetap dalam kondisi aman di tengah ketidakpastian global.
âWalaupun ada masalah di internasional, geopolitik, ada peperangan, tapi soal pangan kita aman,â ucap dia.
Ia menambahkan stok beras nasional dalam kondisi mencukupi dan relatif stabil. Pernyataan tersebut sejalan dengan keterangan Kementerian Pertanian yang menyebut cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional mencapai sekitar 4,6 juta ton pada 7 April 2026, atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan stok pangan nasional.
Dengan jumlah tersebut, pemerintah memperkirakan ketersediaan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 10 hingga 11 bulan ke depan, termasuk menghadapi tekanan geopolitik global dan potensi El Nino.
Di sisi lain, kenaikan harga bahan baku plastik juga telah menjadi perhatian pemerintah karena berdampak pada pelaku usaha.
Sebelumnya, pemerintah mencatat harga plastik di dalam negeri meningkat sekitar 30 hingga 80 persen akibat gangguan pasokan global yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Menurut Zulhas, kondisi pangan yang relatif terjaga tersebut didukung oleh langkah pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan, energi, dan hilirisasi sebagai bagian dari antisipasi ketidakpastian global.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jakarta Jadi Tuan Rumah Perdana Harmony in Diversity Award 2026, Perkuat Kohesi Sosial ASEAN
-
Manfaatkan Buku bagi Warga untuk Mempertinggi Literasi
-
Kemenhub Catat Tingkat Kepatuhan Kendaraan Angkutan Barang Mencapai 75%
-
Bulog Sumut Rutin Cek Kualitas Beras di Gudang, Publik Pertanyakan Transparansi Keamanan Pangan
-
Pemanfaatan ruang digital untuk penjualan hewan kurban
-
BMKG Prakirakan Hujan Sangat Ringan Masih Berpotensi Terjadi di Jawa Tengah Bagian Selatan
-
Pendekatan Interdisipliner Dinilai Krusial Percepat Prioritas Pembangunan Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.