Bangkalan dan Probolinggo Repot Air Bersih, Pemkab Mulai Menyalurkan Bantuan
Rabu, 26 Agu 2026, 07:35 WIBBANGKALAN â Sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Bangkalan dan Probolinggo mulai krisis air bersih. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur menyalurkan bantuan air bersih ke empat desa terdampak kekeringan.
"Keempat desa terdampak kekeringan ini yang mengajukan bantuan ke Pemkab Bangkalan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Bangkalan Arif Rahman Surya Atmaja di Bangkalan, Selasa. Ia menjelaskan, ke-empat desa itu masing-masing berasal dari Kecamatan Tanah Merah sebanyak dua desa, dan dari Kecamatan Sepulu juga sebanyak dua desa.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan air bersih itu dilakukan bersama Dinas Sosial dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangkalan. "Kami mengerahkan sebanyak tiga armada untuk bantuan distribusi air bersih ini," katanya.
Menurut Arif, total jumlah desa terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim kemarau kali ini sebanyak 26 desa tersebar di tujuh kecamatan. "Jumlah keluarga terdampak, terdata sebanyak 15.789 keluarga," katanya
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Bangkalan Arif Rahman Surya Atmaja lebih lanjut menjelaskan, selain mendistribusikan bantuan air bersih, upaya lain yang dilakukan Pemkab Bangkalan untuk mengatasi bencana kekeringan itu dengan melakukan pengeboran.
"Ada dua program pengeboran yang dilakukan di Bangkalan, yakni melalui program bhakti TNI dan penyediaan air minum berbasis sanitasi masyarakat," katanya.
Probolinggo Juga Krisis Air Bersih
Selain Bangkalan, krisis air juga terjadi di Probolinggo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur sudah mendistribusikan bantuan air bersih di 19 desa yang tersebar di tujuh kecamatan sejak Juni hingga Agustus 2026.
"Kami mendistribusikan bantuan air bersih sesuai dengan permohonan perangkat desa yang mengalami krisis air bersih akibat kekeringan dan rusaknya jaringan PDAM," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief di kabupaten setempat, Senin.
Menurut dia, belasan desa yang membutuhkan bantuan air bersih tersebut tersebar di Kecamatan Tiris, Banyuanyar, tegalsiwalan, Wonomerto, Leces, Kuripan, dan Kecamatan Tongas.
"Distribusi air bersih merupakan langkah cepat yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sehingga diharapkan tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau," tuturnya.
Ia mengatakan pihaknya terus memantau wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan air bersih akibat musim kemarau dan berupaya memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi melalui pendistribusian air bersih secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.
"Seperti yang terjadi di Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas, warga kesulitan mendapatkan air bersih karena berkurangnya pasokan air bersih akibat sumber mata air di wilayah tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga mengalami krisis air bersih," katanya.
Oemar mengatakan koordinasi dengan pemerintah desa dan relawan kebencanaan terus dilakukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.
âBPBD Kabupaten Probolinggo terus melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan sebagai dasar dalam menentukan prioritas distribusi bantuan air bersih selama musim kemarau berlangsung,â katanya.
Selain itu, pihak TRC BPBD juga menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air bersih akibat kerusakan aliran PDAM seperti yang terjadi di Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan.
"Kami menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Bantuan itu menyasar 34 Kepala Keluarga (KK) dengan total 136 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih," ujarnya.
Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan serta memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi dengan baik.
âKami berkomitmen hadir di tengah masyarakat saat terjadi kondisi darurat maupun kesulitan yang berdampak pada kebutuhan dasar warga. Apabila diperlukan, distribusi air bersih akan terus dilakukan sampai pasokan air kembali normal,â katanya.
- Bangkalan
- Bupati Probolinggo
- Krisis Air Bersih
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pemkab Maluku Tengah Memperkuat Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak El Nino
-
27 Rumah Ikan Diboyong ke Kayu Pulau , Jayapura
-
Cegah Kanker Serviks, Pemkot Jakut Ajak Perempuan Rutin Periksa Kesehatan
-
Pusat Pelatihan Guru PAUD Berstandar Internasional Akan Hadir di Indonesia
-
Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan karena Ketegangan AS-Iran Mengguncang Harapan Perdamaian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.