Dieng Culture Festival 2026, Padukan Tradisi, Seni, Alam, dan Pemberdayaan Masyarakat
Rabu, 26 Agu 2026, 06:55 WIBBANJARNEGARA - Dieng Culture Festival (DCF) 2026 yang digelar Dataran Tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, 28-30 Agustus 2026, ditargetkan semakin memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan pariwisata berbasis komunitas dan pelibatan pelaku UMKM lokal.
Koordinator Umum DCF Alif Faozi di Banjarnegara, Selasa (25/8), mengatakan festival tersebut menjadi ruang kolaborasi masyarakat, pemerintah, akademisi, media, dan pelaku usaha.
"Festival kami adalah festival gotong royong yang melibatkan masyarakat, sivitas akademika, media, pemerintah, hingga para pelaku usaha atau bisnis," katanya.
Ia mengatakan DCF 2026 memadukan tradisi, seni, alam, dan pemberdayaan masyarakat.Â
Oleh karena itu, kata dia, rangkaian kegiatan juga dirancang memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk menangkap peluang ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan.
Bahkan, lanjut dia, tingkat keterisian penginapan di kawasan Dieng menjelang festival telah mencapai kisaran 95 persen.Â
Menurut dia, tingginya permintaan akomodasi menunjukkan minat wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Kalau penginapan terinformasi mungkin sudah 95 persen. Kalaupun ada yang masih kosong mungkin satu-dua, bahkan saya juga kesulitan ketika beberapa teman mencari penginapan," katanya.
Menurut dia, permintaan penginapan tidak hanya terkonsentrasi di Dieng Kulon, juga meluas ke Desa Karangtengah, dan sejumlah kawasan lain di sekitar Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara, termasuk ke Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Lebih lanjut, dia mengatakan DCF 2026 menghadirkan Ekspo UMKM di Venue Arjuna untuk memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha lokal.Â
Selain itu, kata dia, Festival Kopi Dieng dan Jazz Atas Awan Showcase di Venue Gatotkaca yang diharapkan memperluas potensi ekonomi komoditas kopi sekaligus menguatkan daya tarik wisata.
Sementara untuk agenda utama berupa Ruwatan Anak Berambut Gimbal yang akan digelar di kompleks Candi Arjuna pada 29 Agustus, lanjut dia, untuk sementara bakal diikuti 13 anak dari berbagai wilayah di kawasan Dieng, baik Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, maupun Batang.
âAda lebih dari 40 anak berambut gimbal yang mendaftar untuk mengikuti ritual tersebut. Setelah melalui proses kurasi, terdapat 30 anak, dan hasil penjaringan sementara hingga saat ini ada 13 anak yang dipastikan mengikuti ritual serta difasilitasi berbagai permintaannya,â kata Alif.
Dalam kesempatan terpisah, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan pemerintah daerah mendukung DCF sebagai bagian dari upaya meningkatkan ekonomi lokal, terutama masyarakat Desa Dieng Kulon.
Dia mengatakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa selama 16 tahun telah mengembangkan DCF sebagai industri wisata berbasis komunitas yang berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
âLaporan Bank Indonesia pada 2025 mencatat perputaran uang di kawasan Dataran Tinggi Dieng selama festival mencapai lebih dari Rp40 miliar, meskipun wisatawan rata-rata hanya menginap satu malam,â katanya.
- Dieng Culture Festival
- Padukan Seni, Tradisi, dan Alam
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Pertamina Sisir Lokasi Dugaan Kebocoran Pipa Gas di Perairan Karawang
-
Unik! Band Indiepop The Cat Miaow Rilis Album Kaset di Indonesia
-
Dinas Peternakan Lebak Terapkan Teknologi IB untuk Tingkatkan Populasi Ternak Kerbau
-
Basarnas Cari Dua Wisatawan Hilang di Sungai Kalimborang Maros
-
Negara Kaya dan Negara Berkembang Akhirnya Sepakati Rencana Pendanaan Alam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.