OPEC+8 Sepakat Naikkan Produksi Minyak pada Mei

Selasa, 07 Apr 2026, 02:30 WIB

MOSKWA - Delapan negara OPEC+ yang menerapkan pemangkasan produksi minyak secara sukarela, sepakat menaikkan batas gabungan produksi minyak mereka sebesar 206.000 barel per hari (bpd) pada Mei 2026 dibandingkan level April, kata OPEC pada Minggu (5/4).

Delapan negara OPEC+ tersebut adalah Arab Saudi, Russia, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman.

Ket. Foto: Seorang pesepeda melintasi jalan di depan kantor OPEC di Wina, Austria, beberapa waktu lalu.  OPEC pada Minggu (5/4) sepakat menaikkan batas gabungan produksi minyak pada Mei mendatang. — Sumber: AFP/JOE KLAMAR

"Dalam komitmen kolektif mereka untuk mendukung stabilitas pasar minyak, delapan negara peserta memutuskan untuk menerapkan penyesuaian produksi sebesar 206 ribu barel per hari dari penyesuaian sukarela tambahan sebesar 1,65 juta barel per hari yang diumumkan pada April 2023," menurut pernyataan itu.

Dalam komitmen bersama untuk mendukung stabilitas pasar minyak itu, delapan negara peserta memutuskan untuk menerapkan penyesuaian produksi sebesar 206 ribu barel per hari dari tambahan penyesuaian sukarela sebesar 1,65 juta barel per hari yang diumumkan pada April 2023.

"Penyesuaian ini akan diterapkan pada Mei 2026 sebagaimana perincian berikut," imbuh pernyataan tersebut.

Russia akan dapat meningkatkan produksi minyak sebesar 62 ribu barel per hari pada Mei dari tingkat April, mencapai 9,699 juta barel per hari, kata OPEC.

Pada April, produksi maksimum yang diizinkan untuk Russia berada di angka 9,637 juta barel per hari, imbuh OPEC.

Kuwait diizinkan untuk meningkatkan produksi sebesar 26 ribu barel per hari menjadi 2,612 juta barel per hari, sementara Oman dapat meningkatkan produksi sebesar 5 ribu barel per hari menjadi 821 ribu barel per hari, kata OPEC.

Pada April, batas produksi masing-masing adalah 2,596 juta barel per hari dan 816 ribu barel per hari, menurut pernyataan tersebut.

Arab Saudi diizinkan untuk meningkatkan produksi menjadi 10,228 juta barel per hari, UEA menjadi 3,447 juta barel per hari, dan Irak menjadi 4,326 juta barel per hari, kata organisasi tersebut.

Kazakhstan dapat meningkatkan produksi sebesar 10 ribu barel per hari menjadi 1,589 juta barel per hari, sementara Aljazair dapat meningkatkan produksi sebesar 6 ribu barel per hari menjadi 983 ribu barel per hari, menurut data OPEC.

Pertemuan OPEC+ berikutnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada 3 Mei 2026, ungkap mereka.

OPEC adalah singkatan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries atau Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi.

Didirikan pada 14 September 1960 di Bagdad, Irak, organisasi ini bertujuan mengatur produksi dan harga minyak dunia untuk kepentingan negara anggota.

Indonesia sempat menjadi anggota pada 1962, namun keluar pada tahun 2016. Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA/I-1 

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov Jabar Bersama TNI-Polri dan Masyarakat Bertekad Perkuat Komitmen Keamanan

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

Penumpang Rasakan Mobilitas Bandung-Bali Makin Praktis Berkat Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara 

UOB Perkuat Segmen Nasabah Premium dengan Peningkatan Manfaat Kartu Visa

Maskapai Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung

DPRD Kota Bandung: Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Hadapi Berbagai Tantangan

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Terus Bertambah! Gempa Dahsyat Flores akibatkan 33 Orang Meninggal

Warga Prancis Dievakuasi dari Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Merah Putih Sepanjang 2.026 Meter bakal Dibentangkan di Gunung Dempo

Ratusan Pendaki Bakal Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Tim SAR Evakuasi Tiga Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa NTT

HUT RI, Masuk Ancol Gratis Tanggal 17 Agustus 2026, Buruan Reservasi, Kuota Terbatas!

Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Tewas di Perairan Balikpapan

Kodam Udayana Bantu Evakuasi Warga NTT Terdampak Gempa M7,7

Gempa M7,7 Guncang Flores, Polda NTT Bentuk Command Center & Kerahkan Personel

Badan Geologi: Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

BTS Makin Populer di Amerika, Capai Rekor Tertinggi 46% Menurut Survei

PU Kerahkan Alat Berat, Pastikan Akses Jalan NTT Tetap Terbuka Pasca Gempa 7,7 Magnitudo

Apresiasi Puan soal RUU Perampasan Aset, Hardjuno: Partisipasi Publik Perkuat Legitimasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.