Keluarga Fondasi Utama Membangun Iman Anak
Selasa, 07 Apr 2026, 06:11 WIBAMBON â Keluarga harus dijadikan sebagai fondasi utama dalam membangun iman yang kuat dan mendorong terwujudnya kesejahteraan. âHal ini sejalan dengan makna kebangkitan Kristus dalam perayaan Paskah,â tandas Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.Â
âTema Paskah tahun ini mengajak kita memperkuat keluarga sebagai pusat pembentukan iman. Dari keluarga nilai kejujuran, kasih, dan tanggung jawab ditanamkan sebagai dasar kehidupan,â kata Hendrik Lewerissa di Maluku Tengah, Senin. Ajakan tersebut disampaikan Hendrik saat menghadiri Ibadah Paskah Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Tahun 2026 di Gereja Sola Scriptura, Suli Banda, Kabupaten Maluku Tengah.
Menurutnya, Paskah bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi momentum spiritual yang memberi arah, makna, dan harapan baru bagi kehidupan umat, sekaligus menjadi kekuatan untuk memperbaharui iman di tengah tantangan zaman. Ia menegaskan, keluarga memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan masyarakat. Ketahanan keluarga yang baik akan melahirkan masyarakat yang kuat, rukun, dan sejahtera.
Menurut dia, kebangkitan Kristus juga menjadi dorongan bagi masyarakat untuk bangkit secara ekonomi melalui kerja keras, kejujuran, dan semangat saling menolong. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen membuka ruang dan kesempatan bagi masyarakat untuk bertumbuh di tengah berbagai tantangan global.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kehidupan sosial yang damai dan penuh persaudaraan, dengan memperkuat sinergi antara pemerintah dan gereja dalam melayani masyarakat. âIman yang dirayakan harus tampak dalam tindakan nyata di tengah kehidupan sosial. Dengan semangat kebangkitan, mari kita melangkah dengan santun, bekerja dengan tulus, dan melayani dengan hati,â katanya.
Gubernur berharap nilai-nilai Paskah dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui penguatan peran keluarga sebagai basis pembentukan karakter dan kesejahteraan masyarakat Maluku. Ibadah Paskah tersebut dihadiri jajaran Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, pimpinan klasis, pendeta, serta warga jemaat, bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Maluku.
Paskah Umat Tanjung Selor
Sementara itu, umat Katolik Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), merayakan kebangkitan Yesus Kristus dengan Misa Minggu Paskah di Gereja Katedral Santa Maria Assumpta Tanjung Selor (SMATS), Minggu, pukul 08.00 Wita.
Misa Minggu Paskah dilaksanakan secara sederhana namun khidmat serta terkesan dengan penuh sukacita umat. Misa dipimpin oleh Kepala Gereja Paroki Katedral SMATS Pastor Markus Ngatun Suparno. âUntuk perayaan Paskah pagi itu berbeda dengan malam Paskah. Kalau untuk Paskah pagi, itu jauh lebih sederhana. Kalau malam Paskah, itu ritusnya sangat panjang, ada upacara cahaya, ada berbagai macam,â ujar Pastor Markus di Tanjung Selor.
Walaupun tidak lebih detail Misa Malam Paskah yang bacaannya panjang, pelaksanaan ibadah Hari Raya Paskah yang sederhana tidak mengurangi makna peribadatan itu. âLebih sederhana tapi tanpa mengurangi makna dalam arti tentu kita merayakan kebangkitan Tuhan, maka sederhana tapi penuh dengan suka cita,â ujarnya. Ia menjelaskan tentang makna sukacita itu, karena menurut iman Kristiani pada hari itu Yesus bangkit dari kematian, sedangkan kebangkitan Yesus itu membawa makna yang mendalam bagi umat beriman Kristiani.
- perayaan paskah
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Biskita Trans Wibawa Mukti Bakal Berbayar
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
Bulog Siap Tembus Pasar Ekspor, 1 Juta Ton Beras Premium Disiapkan
-
Penyebab Banjir Jakarta Bukan Lagi Perkara Cuaca Ekstrem
-
Medvedev Juara Brisbane Open Usai Taklukkan Brandon Nakashima di Final
-
Jalan Daan Mogot di Jakarta Terendam Banjir
-
UE Janji Jatuhkan Sanksi pada Teheran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.