- Home
-
- Megapolitan
-
- Gandeng DLH DKI, ParagonCo...
Gandeng DLH DKI, ParagonCorp Pasang Mesin Daur Ulang Otomatis untuk Botol Kosmetik Kosong
Selasa, 07 Apr 2026, 16:15 WIBJAKARTA - ParagonCorp resmi meluncurkan Paragon Empties Station (PES) di Halte Cakra Selaras Wahana (CSW), Jakarta Selatan, sebagai langkah konkret menjawab persoalan sampah kemasan di perkotaan. Kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan Transjakarta ini menjadi titik awal penguatan ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Peluncuran ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga menandai dimulainya program edukasi berkelanjutan terkait pengelolaan sampah. Fokus utamanya adalah mengubah perilaku masyarakat agar lebih sadar dalam mengelola limbah, khususnya dari produk kecantikan dan perawatan diri.
Paragon Empties Station merupakan smart drop box berbasis teknologi yang dikembangkan bersama PlasticPay. Mesin ini mampu menerima berbagai jenis kemasan kosong dari beragam brand, mulai dari plastik, kertas, kaca, hingga material campuran.
Lebih dari sekadar tempat pembuangan, PES dirancang sebagai media edukasi publik. Masyarakat tidak hanya membuang kemasan, tetapi juga diajak memahami proses daur ulang dan pentingnya pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.
"Melalui Paragon Empties Station, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa setiap kemasan kosong memiliki potensi untuk dikelola kembali secara lebih bertanggung jawab," ujar Head CSR ParagonCorp, Suci Hendrina.
"Ini bukan hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi tentang membangun kebiasaan baru dan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan adalah perjalanan yang perlu kita tempuh bersama," lanjutnya.
Kolaborasi antara ParagonCorp dan DLH DKI Jakarta diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Pendekatan ini menggabungkan aspek edukasi, penyediaan infrastruktur, hingga pelibatan aktif masyarakat dalam praktik pengelolaan sampah.
Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menilai peningkatan konsumsi produk perawatan diri berdampak langsung pada lonjakan limbah kemasan. Karena itu, diperlukan perubahan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
"Kami berharap inisiatif seperti Paragon Empties Station dapat diikuti oleh pelaku industri lain, sehingga semakin banyak sistem pengumpulan kembali kemasan yang dikelola secara bertanggung jawab," ujarnya.
Transjakarta turut mengambil peran strategis dalam inisiatif ini dengan menyediakan ruang publik yang mudah diakses masyarakat. Halte CSW dipilih karena menjadi simpul mobilitas tinggi yang mempertemukan ribuan pengguna setiap harinya.
"Dengan mobilitas jutaan pelanggan setiap harinya, Transjakarta memiliki peran strategis dalam menghadirkan inisiatif yang tidak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku," kata Head of Commercial Division Transjakarta, Yungki Syailendra.
Saat ini, PES di Halte CSW merupakan bagian dari 10 titik awal fase uji coba yang telah tersebar di sejumlah lokasi strategis. Lokasi tersebut mencakup area ritel, ruang publik, tempat ibadah, hingga perkantoran sebagai bagian dari pengembangan sistem yang lebih luas.
Dalam operasionalnya, kemasan yang dikumpulkan melalui PES akan dipilah berdasarkan jenis material. Selanjutnya, limbah tersebut diproses untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali sesuai karakteristiknya.
ParagonCorp juga membuka akses informasi kepada publik terkait hasil pengolahan limbah tersebut. Transparansi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam program keberlanjutan.
Inisiatif ini menjadi bagian dari gerakan ParaGoNation yang diusung ParagonCorp untuk memperluas dampak sosial dan lingkungan. Program ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan perubahan nyata.
Ke depan, kerja sama antara ParagonCorp dan DLH DKI Jakarta akan terus diperluas melalui berbagai program edukasi berbasis komunitas. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang menggabungkan teknologi, edukasi, dan kolaborasi, PES diharapkan menjadi model baru dalam pengelolaan sampah perkotaan. Program ini sekaligus menegaskan bahwa solusi lingkungan tidak cukup hanya dengan fasilitas, tetapi harus dimulai dari perubahan kebiasaan.
- Transjakarta
- Lingkungan
- Pengelolaan Sampah
- Daur Ulang
- Kosmetik
- DLH DKI Jakarta
- pengelolaan limbah
- ParagonCorp
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pengelolaan Sampah Lebih Ramah Lingkungan, TPA Antang Dibangun dengan Sistem Sanitasi Landfill.
-
DPRD Jabar Dukung Opsi Pemkot Bandung untuk Pengadaan Mesin Pengolah Sampah di Setiap Kelurahan
-
Rano Karno Terinspirasi Kopenhagen Kelola Sampah Secara Terintegrasi
-
Tarif Transjabodetabek akan Naik, Berikut Rencana Dishub DKI
-
Sosialisasi Pengelolaan Limbah Minyak Jelantah di Jakbar
-
Buang Sampah Sembarangan, Pedagang Pasar Angke Bakal Ditindak Tegas
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.