Dinsos Mataram Siapkan Konsep Pembentukan Taman Anak Sejahtera

Selasa, 07 Apr 2026, 16:32 WIB

MATARAM - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan konsep program inovatif berupa Taman Anak Sejahtera (TAS) sebagai pusat penguatan sekaligus penitipan anak yang representatif, terutama untuk membantu warga kurang mampu dan orang tua yang bekerja.

"Target kami Program TAS bisa direalisasi tahun 2026 ini," kata Kepala Dinsos Kota Mataram Muzakir Walad di Mataram, Selasa (7/4).

Ket. Foto: Kepala Dinsos Kota Mataram Muzakir Walad di Mataram, Selasa (7/4). — Sumber: antara foto

Menurutnya, Program TAS yang merupakan salah satu program prioritas Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk penguatan pengasuhan anak, direncanakan menggunakan gedung Kantor Dinas Sosial Kota Mataram di Jalan RA Kartini Monjok, Mataram, karena dinilai sangat strategis dan memadai untuk memaksimalkan berbagai fungsi pelayanan sosial.

Sementara Kantor Dinas Sosial direncanakan pindah ke gedung Kantor Wali Kota Mataram Jalan Pejanggik. "Jadi bekas kantor kami di Monjok, akan kami optimalkan jadi lokasi Program TAS," katanya.

Lokasi itu dinilai sangat representatif dan luas, sehingga bisa dimaksimalkan sebagai fungsi panti sosial yang ada, termasuk untuk gudang logistik dapur umum dan yang paling utama adalah Program TAS.

​Program TAS, lanjutnya, tidak hanya sekadar tempat penitipan anak, tetapi juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung berupa taman bermain, ruang ramah anak, ruang edukasi, bimbingan kesehatan, fasilitas ramah disabilitas seperti toilet khusus difabel dan lainnya.

Bahkan anak-anak yang dititip juga akan mendapatkan jatah makan.

"Prinsipnya, gedung tersebut akan kami desain secara aman untuk tumbuh kembang anak," katanya.

Dalam operasionalnya, kata dia, Dinsos akan melibatkan tenaga ahli pada masing-masing bidang, termasuk para tenaga pengasuhan yang kompeten dan didampingi oleh psikiater.

Karena itu dalam operasionalnya skema yang digunakan akan menerapkan subsidi siang agar keberadaan TAS dapat menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru di Kota Mataram.

Artinya, bagi masyarakat miskin, misalnya pedagang pasar di sekitar lokasi yang membawa anak mereka ikut ke pasar, mereka bisa menitipkan sementara di TAS dan layanan akan diberikan secara gratis.

"Sedangkan bagi orang tua dari kalangan mampu, wanita karier, pegawai, akan dikenakan biaya tertentu layaknya tempat penitipan anak swasta," katanya.

Hasil dari biaya itu, lanjut dia, akan digunakan untuk penggajian staf dan disetorkan ke daerah, serupa dengan sistem retribusi.

​Jika terealisasi, kata dia, Program TAS akan menjadi yang pertama dikelola langsung oleh instansi pemerintah di tingkat kabupaten/kota se-NTB, dimana biasanya layanan serupa lebih banyak dikelola oleh pihak swasta.

Terkait dengan itu Dinas Sosial saat ini terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk kementerian dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Mataram untuk pemenuhan anggaran serta sumber daya manusia.

"Semoga apa yang menjadi target kami tahun ini bisa tercapai, agar anak-anak bisa tinggal di tempat aman dan orang tua bisa bekerja dengan nyaman," katanya.

  • Dinsos Mataram
  • Taman Anak Sejahtera

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.