Masuki Pancaroba, BMKG Minta Warga Bandung Raya Waspadai Cuaca Ekstrem
Senin, 06 Apr 2026, 10:42 WIBBANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung, Jawa Barat, meminta masyarakat mewaspadai fenomena cuaca ekstrem yang terjadi saat periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan periode ini ditandai dengan melemahnya angin baratan dan mulai masuknya angin timuran yang memicu ketidakstabilan atmosfer.
âFenomena ini biasanya diawali dengan cuaca panas dan gerah, kemudian terjadi hujan lebat secara tiba-tiba disertai petir dan angin kencang,â ujar Teguh di Bandung, Senin (6/4).
Teguh mengatakan kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang cukup masif, sehingga berpotensi menimbulkan hujan lebat, petir, dan angin kencang.
BMKG mencatat pada Jumat (3/4)Â hujan es terjadi di sebagian wilayah Bandung akibat pembentukan awan Cumulonimbus sejak pukul 12.00 WIB.
Kecepatan angin saat kejadian tercatat mencapai 42,6 km/jam dan menyebabkan dampak, seperti pohon tumbang di sejumlah titik wilayah Bandung Raya.
BMKG menjelaskan hujan es terbentuk dari uap air yang terbawa arus udara naik (updraft) ke puncak awan dengan suhu sangat dingin hingga membeku, lalu jatuh saat arus udara melemah.
Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, angin kencang, hingga hujan es.
âSelain itu kami juga meminta warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang berisiko saat cuaca ekstrem terjadi,â kata Teguh Rahayu.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Ternyata Ini Penyebabnya Kenapa BMKG Belum Bisa Laksanakan Operasi Modifikasi Cuaca Meski Karhutla Meluas
-
Yura Yunita Bikin Penonton Tegang! Terbang sebagai Mahadewi, Ternyata Naik Motor di Balik Panggung
-
Pos Lantas Dilempar Molotov, Polda Jatim Pastikan Surabaya Tetap Kondusif
-
Lebih dari 100 Orang Tewas Tertimbun Tambang Emas yang Longsor di Afrika Tengah
-
Ciptakan Nilai Bermakna dan Berkelanjutan bagi Nasabah, CIMB Niaga Dorong Pertumbuhan Kredit Berkualitas
-
Karhutla Indonesia Dapat Respons Negara Tetangga Lewat ASEAN, Kedaulatan RI Tetap Dihormati
-
Cegah Karhutla Makin Meluas, Tahura Dishut Kalsel Bentuk 18 Masyarakat Peduli Api
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.