Transportasi Makin Hijau, Bus Listrik Gratis Mulai Ngetes di Bogor
Minggu, 05 Apr 2026, 16:55 WIBBOGOR â Layanan transportasi massal berbasis listrik mulai terasa makin dekat dengan keseharian masyarakat. Pelan-pelan, moda ini bukan lagi sekadar wacana ramah lingkungan, tapi sudah jadi pilihan nyata buat mobilitas yang lebih praktis dan efisien.
Di beberapa kota besar, kehadiran armada seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, hingga KRL Commuter Line menunjukkan kalau transportasi listrik bisa diandalkan untuk aktivitas harian. Selain bebas emisi langsung, moda ini juga relatif lebih senyap, bikin perjalanan terasa lebih nyaman, terutama di tengah hiruk-pikuk kota.
Menariknya, semakin banyak orang mulai beralih karena alasan sederhana: hemat biaya operasional dan waktu tempuh yang lebih terukur. Nggak perlu lagi terlalu khawatir soal macet atau lonjakan harga bahan bakar. Tinggal naik, duduk, dan sampai tujuan dengan ritme yang lebih pasti.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Jaringan yang belum merata dan integrasi antarmoda yang masih perlu diperkuat jadi pekerjaan rumah ke depan. Tapi kalau melihat trennya sekarang, transportasi listrik ini seperti sedang pelan-pelan mengambil peran utama dalam wajah baru mobilitas perkotaanâlebih bersih, lebih modern, dan tentu saja lebih ramah buat masa depan.
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai menguji coba layanan transportasi massal berbasis listrik bertajuk "KaBogor Bus Listrik" dengan empat armada yang digratiskan bagi masyarakat selama tiga bulan ke depan.
Peluncuran uji coba bus listrik tersebut dilakukan bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Minggu (5/4), sebagai bagian dari upaya mendorong transportasi ramah lingkungan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan kehadiran KaBogor Bus merupakan langkah awal pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang efisien sekaligus mendukung penghematan energi.
âBus ini 100 persen listrik dan untuk sementara kita gratiskan. Ke depan akan menggunakan skema buy the service (BTS) yang disubsidi pemerintah pusat dan daerah,â ujarnya.
Ia menjelaskan, rute awal KaBogor Bus menghubungkan kawasan Bojonggede hingga Sentul City, dengan titik pemberhentian di antaranya kawasan AEON dan halte terintegrasi dengan layanan TransJakarta di Sentul.
Menurut Rudy, pemilihan rute tersebut mempertimbangkan tingginya mobilitas masyarakat di Stasiun Bojonggede yang setiap hari melayani sekitar 50 ribu penumpang.
âHarapannya masyarakat yang turun di Stasiun Bojonggede tidak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi, karena sudah tersedia bus yang disiapkan pemerintah,â katanya.
Selain itu, layanan ini juga diharapkan dapat terintegrasi dengan moda transportasi lain, sehingga memudahkan masyarakat yang akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
Pemkab Bogor akan mengevaluasi respons masyarakat selama masa uji coba. Apabila antusiasme tinggi, jumlah armada akan ditambah sebelum masa uji coba berakhir.
âKalau responnya baik, sebelum tiga bulan kita akan tambah armada dan kita dorong menjadi layanan permanen,â ujar Rudy.
Ke depan, Pemkab Bogor juga tengah mengkaji pengembangan angkutan umum berbasis wisata, termasuk bus tingkat dengan atap terbuka yang direncanakan melayani rute Cibinong hingga kawasan Puncak.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Uji coba bus listrik di Bogor
-
Pemkab Bogor Targetkan Perbaikan RTLH di Sekitar Kediaman Prabowo Subianto Tuntas dalam Dua Tahun
-
BGN Sidak Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Praya Lombok Tengah
-
Mengintip Puncak Arus Mudik Idul Fitri 2026
-
Resmi! Pixar Garap 'Monsters, Inc. 3': Penantian Panjang Lebih dari Satu Dekade
-
Persija Jadi Klub Sepak Bola Pertama di Indonesia yang Gunakan Bus Listrik
-
Bapanas Turun Tangan! Pastikan Pangan Aman, Harga Tak Naik Jelang Imlek dan Puasa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.