NTB Dikepung 108 Bencana dalam 3 Bulan! Kabupaten Bima Jadi yang Terparah, Ada Apa?
Minggu, 05 Apr 2026, 18:58 WIBMATARAM -Â Cuaca ekstrem dan banjir mendominasi rentetan bencana alam yang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada awal tahun ini.Â
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB mencatat sebanyak 108 kejadian bencana terjadi sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, yang mengakibatkan lima warga meninggal dunia dan puluhan ribu jiwa terdampak.
"Untuk banjir itu ada 60 kejadian, tanah longsor 10 kejadian, 35 cuaca ekstrem, dan 3 kali gelombang pasang. Sedangkan untuk bencana gempa bumi, karhutla, kekeringan, erupsi gunung api, dan tsunami tercatat 0 kejadian pada periode itu," ujar Kepala BPBD NTB Sadimin di Mataram, Minggu.
Ia mengungkapkan akibat ratusan bencana tersebut, sebanyak 5 warga setempat dinyatakan meninggal, 11 orang tercatat luka-luka, 0 hilang, dan 77.872 jiwa terdampak akibat bencana.
"Kemudian dampak terhadap kerusakan rumah tercatat 487 unit, rusak berat 25 unit, 53 unit rusak sedang, 420 unit rusak ringan, dan rumah terendam mencapai 21.558 unit," terang Sadimin.
Ia mengatakan dari 10 kabupaten dan kota di NTB, Kabupaten Bima menjadi wilayah yang sering di landa bencana dengan 36 kejadian, disusul Kabupaten Lombok Barat 18 kejadian, Lombok Tengah 15 kejadian, Sumbawa 10 kejadian, Dompu 7 kejadian, Lombok Utara 7 kejadian, Lombok Timur 7 kejadian, Kota Mataram 3 kejadian, Sumbawa Barat 3 kejadian, dan Kota Bima 2 kejadian.
Selain merusak rumah warga dan korban meninggal, bencana alam yang terjadi di wilayah itu, kata Sadimin, juga berdampak pada rusak-nya pelayanan dasar dan sarana prasana vital. Di antaranya 6 perkantoran, 1 pasar, 36 fasilitas pendidikan, 5 fasilitas kesehatan, 3 fasilitas peribadatan, 12 jembatan, 5,746 kilometer jalan, 18 meter tanggul, 14 jaringan listrik, dan 700 meter jaringan air bersih.
"Bencana ini juga berdampak pada sosial ekonomi 1.409 meter sawah rusak, 60 hektare tambak, dan 18 pertokoan atau warung," katanya.
Sebelumnya Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memastikan anggaran tanggap bencana alam yang melanda sejumlah daerah dialokasikan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT).
"Anggarannya Rp16,4 miliar. Yang dikeluarkan berapa, nanti tergantung hasil analisa terhadap kebutuhan apa yang mau diselesaikan," ujarnya.
Iqbal menegaskan, meski jumlahnya dirasa mungkin tidak terlalu besar. Namun, minimal anggaran yang dialokasikan tersebut bisa membantu kabupaten/kota yang daerahnya terdampak.
"Jadi, mana yang paling esensial dalam rangka mengaktifkan kembali perekonomian itu yang diprioritaskan. Karena jangan sampai (bencana) jadi hambatan kehidupan sosial ekonomi masyarakat," katanya.
- banjir bima
- cuaca ekstrem ntb
- gubernur ntb
- bencana alam ntb
- bpbd ntb
- data bencana 2026
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Iran Berkabung Usai 3 Nyawa Melayang dalam Aksi Protes
-
Bansos Jadi Instrumen Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
-
Cuplikan Trailer 'Avengers Doomsday' Bocor di Internet, Tampilkan Kembalinya Captain America
-
Wakapolri Luncurkan Program Pelayanan Pengaduan Reserse
-
Gotong Royong Semua Pihak Ringankan Beban Atasi Bencana di Luwu
-
Menag Nasaruddin Umar Terima 100 Ton Kurma dari Raja Arab Saudi untuk Masyarakat Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.