Malaysia Berlakukan WFH Pegawai Pemerintahan Mulai 15 April 2026

Kamis, 02 Apr 2026, 01:41 WIB

KUALA LUMPUR, MALAYSIA - Pemerintah Malaysia akan memberlakukan praktik bekerja dari rumah (work from home/WFH) kepada pegawai pemerintahan mulai 15 April 2026.

"Hari ini rapat kabinet menyetujui pelaksanaan kebijakan bekerja dari rumah bagi kementerian, lembaga, serta badan hukum dan perusahaan milik pemerintah mulai 15 April," kata PM Malaysia Anwar Ibrahim dalam pernyataan video, yang dipantau di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (1/4)  malam.

Ket. Foto: Tangkapan layar - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan pernyataan melalui video di Malaysia, Rabu (1/4/2026). Salah satu pernyataan Anwar adalah terkait kebijakan bekerja dari rumah bagi pegawai pemerintahan mulai 15 April 2025. — Sumber: ANTARA/HO-Facebook Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim menyampaikan teknis pemberlakuan WFH bagi pegawai pemerintahan ini akan diumumkan lebih lanjut di masa mendatang.

Dia menyatakan tujuan pemberlakuan WFH ini adalah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar dan memastikan keberlanjutan pasokan energi.

Langkah pemberlakuan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) juga ditempuh pemerintah Indonesia.

Pemerintah RI sebelumnya lebih dulu mengumumkan bahwa penerapan kebijakan WFH bagi ASN, diberlakukan setiap hari Jumat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut berlaku mulai 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.

Pemerintah RI juga memberikan imbauan WFH bagi sektor swasta. Pengaturannya akan dituangkan melalui SE Menteri Ketenagakerjaan dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor usaha. 

Pusat Komando

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Malaysia membentuk pusat komando komunikasi (communications command centre) yang akan bertugas mengkomunikasikan kebijakan Malaysia di bidang ekonomi, dalam menyikapi dampak krisis Timur Tengah.

Pusat komando itu secara umum akan menyampaikan kepada publik langkah-langkah yang akan diambil atau diputuskan oleh Majlis Tindakan Ekonomi Negara (MTEN) Malaysia — sebuah badan penasihat pemerintah Malaysia untuk isu krisis ekonomi.

"Para menteri setuju dibentuk communications command center untuk MTEN," kata Menteri Komunikasi Malaysia yang juga juru bicara pemerintah Malaysia Fahmi Fadzil usai mengikuti sidang kabinet di Malaysia, Rabu.

Dia menyatakan, rencananya pusat komando komunikasi akan menggelar konferensi pers setiap hari secara berkala untuk menjelaskan segala kebijakan pemerintah melalui MTEN, dalam menyikapi dampak krisis Timur Tengah.

Pusat komando komunikasi itu akan dipimpin Wakil Perdana Menteri Malaysia Fadillah Yusof, dan akan bertugas menyelaraskan aspek komunikasi pemerintah terkait respons dan langkah-langkah yang diambil pemerintah dan badan terkait, tentang krisis energi dan situasi perang di Asia Barat.

Dalam rapat MTEN sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan bahwa MTEN telah menelaah secara mendalam perkembangan krisis energi global yang semakin meruncing serta implikasinya terhadap perekonomian negara dan kesejahteraan rakyat.

Anwar mengajak seluruh rakyat mengutamakan membeli produk lokal untuk mendorong ekonomi domestik. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.