Alcaraz Ingin Menyamai Rekor Sinner

Kamis, 02 Apr 2026, 06:23 WIB

MADRID - Petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz kembali ke kampung halamannya di Murcia, Spanyol untuk mempersiapkan diri menghadapi Monte Carlo Masters yang berlangsung 4-12 April 2026. Setelah membuka musim dengan impresif, 16 kemenangan beruntun, petenis Spanyol itu mulai kehilangan ritme usai menelan dua kekalahan dalam tiga laga terakhirnya. Turnamen tanah liat pertama musim ini menjadi momentum bagi Alcaraz untuk bangkit.

Di sisi lain, Jannik Sinner tengah berada dalam performa puncak. Gelar juara di Indian Wells Masters dan Miami Open mengukuhkan statusnya sebagai pesaing utama di Monte Carlo. Meski demikian, Alcaraz tetap dipandang sebagai unggulan utama di Monte Carlo.

Ket. Foto: Carlos Alcaraz dari Spanyol memukul bola balasan melawan Arthur Fils dari Prancis selama pertandingan final tunggal putra di turnamen tenis Qatar Open di Doha pada 21 Februari 2026. — Sumber: Karim JAAFAR / AFP

Lebih dari sekadar trofi, Alcaraz juga memburu pencapaian prestisius. Saat Monte Carlo berakhir pada tanggal 12 April, dia akan menyamai catatan 66 pekan sebagai petenis nomor satu dunia, rekor yang sebelumnya dipegang Sinner. Petenis Italia itu bertahan di puncak ranking selama 66 pekan berturut-turut sejak Juni 2024 hingga September 2025, sebelum akhirnya digeser Alcaraz usai final US Open.

Alcaraz kini menjalani periode keduanya sebagai nomor satu dunia sejak pertama kali mencapainya pada bulan Juli 2022. Dia telah mencatat dua rentetan panjang di era pascadominasi Novak Djokovic: 37 pekan dan rangkaian aktif yang akan mencapai 23 pekan setelah Monte Carlo. Namun, jalan menuju sejarah masih panjang, mengingat Djokovic mencatat rekor fantastis 428 pekan di puncak dunia.

Nama-nama besar lain seperti Daniil Medvedev, Stefan Edberg, hingga Lleyton Hewitt menjadi tolok ukur berikutnya dalam daftar sepanjang masa. Sementara itu, rekor pekan berturut-turut masih dipegang Roger Federer (237 pekan), diikuti Jimmy Connors dan Ivan Lendl.

Namun, menjelang Monte Carlo, perhatian juga tertuju pada sisi emosional Alcaraz. Kekalahan mengejutkan di babak ketiga Miami dari Sebastian Korda, dengan skor 6-3, 5-7, 6-4, memperlihatkan sisi rapuh peraih juara tujuh Grand Slam itu. Dalam pertandingan itu, Alcaraz sempat meluapkan frustrasi kepada timnya, bahkan terdengar berkata ingin segera pulang.

Pelatihnya, Samuel Lopez, menilai momen tersebut sebagai pelajaran penting. “Dia harus belajar mengendalikan impuls. Komentar seperti itu bisa memberi harapan kepada lawan,” ujarnya.Lopez menambahkan bahwa kondisi internal tim saat tiba di Miami turut memengaruhi situasi tersebut.

Setelah Monte Carlo, Alcaraz dijadwalkan tampil di Barcelona Open, sebelum melanjutkan ke Madrid dan Roma. Puncaknya adalah Prancis Open dan dia datang sebagai juara bertahan dua edisi terakhir. ben/AFP/G-1

  • Monte Carlo Masters

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.