Sepi Peminat, Wings Air Putuskan Istirahatkan Rute Bandung–Yogyakarta

Rabu, 01 Apr 2026, 22:25 WIB

BANDUNG – Ada kalanya bandara terasa lebih lengang dari biasanya, dan rute penerbangan tertentu ikut merasakan sepinya penumpang.

Kursi-kursi yang biasanya penuh kini menyisakan ruang kosong, sementara jadwal tetap berjalan seperti biasa—tenang, tanpa hiruk pikuk.

Ket. Foto: Arsip- Para penumpang saat memasuki pesawat ATR 72-500 milik maskapai Wings Air dengan tujuan Yogyakarta di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. — Sumber: ANTARA/Rubby Jovan

Di balik suasana itu, ada banyak faktor yang bermain, mulai dari perubahan minat perjalanan, harga tiket, hingga pilihan moda transportasi lain.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut maskapai Wings Air menghentikan operasional rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung menuju Yogyakarta International Airport (YIA), Yogyakarta karena rendahnya jumlah penumpang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut keputusan maskapai tidak lepas dari pertimbangan bisnis, termasuk menurunnya minat masyarakat terhadap penerbangan jarak dekat menggunakan pesawat baling-baling.

“Minat masyarakat untuk penerbangan jarak dekat memang menurun, apalagi sejak jaringan tol semakin baik,” ujar Farhan di Bandung, Rabu (1/4).

Ia menjelaskan, bahkan sebelum Bandara Kertajati aktif, rute ke kota-kota seperti Semarang, Solo, dan Yogyakarta memang sudah mengalami penurunan penumpang.

Farhan menambahkan, saat ini rute dengan permintaan tinggi justru didominasi penerbangan jarak menengah hingga jauh, seperti ke Bali, Surabaya, Balikpapan, Palembang, Makassar, dan Medan.

Oleh itu, Pemkot Bandung mendorong pemerintah pusat membuka kembali izin penerbangan menggunakan pesawat berbadan besar, terutama untuk rute ke luar Pulau Jawa.

“Bagaimanapun juga, rute penerbangan dengan permintaan tertinggi itu adalah Bali, Surabaya, Balikpapan, Palembang, Makassar, dan Medan,” katanya.

Berdasarkan pantauan ANTARA, suasana Bandara Husein kembali lengang dengan aktivitas penerbangan yang sangat minim.

Sebelumnya, rute Bandung-Yogyakarta dilayani setiap hari, namun pada jadwal penerbangan terbaru tidak ada pesawat yang lepas landas.

Rute tersebut sebelumnya dioperasikan menggunakan pesawat ATR 72-500 dengan kode penerbangan IW 1812 untuk Bandung-Yogyakarta, serta IW 1811 untuk rute sebaliknya.

Penerbangan terakhir dari Bandung tercatat berlangsung pada hari terakhir arus balik Lebaran 2026.

Keputusan Wings Air menghentikan rute Bandung–Yogyakarta menjadi pengingat bahwa dinamika industri penerbangan sangat bergantung pada permintaan pasar.

Sepinya penumpang bukan sekadar angka, tetapi sinyal bahwa preferensi perjalanan terus berubah dan menuntut penyesuaian strategi.

Di balik penghentian ini, tersirat kebutuhan untuk terus membaca pola mobilitas masyarakat dan mencari peluang baru yang lebih relevan.

Bagi maskapai, langkah ini mungkin jeda untuk evaluasi—dan siapa tahu, suatu saat rute ini kembali dibuka ketika pasar kembali ramai dan kebutuhan perjalanan menguat.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.