- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jepang Setop Operasi Kapal...
Jepang Setop Operasi Kapal Tiongkok Dekat Kepulauan Senkaku
Rabu, 01 Apr 2026, 02:45 WIBTOKYO - Penjaga Pantai Jepang pada Selasa (31/3) memerintahkan sebuah kapal survei Tiongkok untuk menghentikan operasinya di dekat beberapa pulau yang disengketakan, dengan alasan Tokyo belum memberikan izin untuk melakukan penelitian di sana.
Kepulauan Senkaku (Diaoyu) yang tidak berpenghuni, terletak di antara Taiwan dan Okinawa, Jepang, dikelola oleh Tokyo tetapi diklaim oleh Beijing. Selama beberapa dekade, kedua negara tersebut telah menjadi bagian dari ketegangan bilateral, yang memburuk sejak Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, memberikan komentar tentang Taiwan pada November lalu yang membuat Beijing marah.
âKapal survei Tiongkok Xiang Yang Hong 22 terlihat pada Selasa sekitar 57 kilometer barat laut Senkaku,â kata seorang juru bicara Penjaga Pantai Jepang.
Kapal itu memasuki zona ekonomi eksklusif Jepang di sekitar kepulauan tersebut pada Senin (30/3) sore dan terlihat menjatuhkan benda berbentuk pipa dan benda mirip kawat ke laut, kata penjaga pantai dalam sebuah pernyataan.
âKapal patroli kami melakukan komunikasi radio dengan kapal penelitian yang dimaksud dan menuntut agar kapal tersebut menghentikan operasinya dengan alasan bahwa penelitian ilmiah di laut tanpa persetujuan negara kami tidak diperbolehkan,â demikian pernyataan tersebut.
Kapal-kapal penjaga pantai dari Jepang dan Tiongkok secara rutin terlibat dalam aksi saling berhadapan di sekitar pulau-pulau tersebut. Kapal penelitian Tiongkok dan kapal-kapal lainnya terkadang berlayar ke perairan terdekat.
Pada November lalu, PM Takaichi mengatakan bahwa Tokyo dapat melakukan intervensi militer dalam setiap serangan terhadap Taiwan yang berpemerintahan sendiri, yang dianggap Tiongkok sebagai wilayahnya dan tidak mengesampingkan kemungkinan merebutnya dengan kekerasan.
Beijing mengutuk komentarnya, dan sejak itu mendesak warganya untuk tidak bepergian ke Jepang serta memperketat pembatasan perdagangan terhadap beberapa perusahaan Jepang.
Kerahkan Misil
Sementara itu menteri pertahanan Jepang pada Selasa mengumumkan bahwa Tokyo telah mengerahkan misil jarak jauh di wilayah barat daya dekat Tiongkok. Pernyataan itu diumumkan saat hubungan Tokyo dengan Beijing berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Misil-misil tersebut dipasang di Kumamoto di wilayah selatan Kyushu, karena Jepang berupaya memperkuat kapasitas militernya seiring dengan meningkatnya aktivitas Angkatan Laut Tiongkok di Laut Tiongkok Timur.
âKemampuan pertahanan jarak jauh memungkinkan kita untuk menangkal ancaman pasukan musuh yang berupaya menginvasi negara kita, sekaligus memastikan keselamatan personel kita,â kata Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi. âIni adalah inisiatif yang sangat penting untuk memperkuat kemampuan pencegahan dan respons Jepang,â imbuh dia.
Sistem misil berpemandu permukaan-ke-kapal ini memiliki jangkauan sekitar 1.000 km, sehingga sebagian wilayah daratan Tiongkok dapat dijangkau.
Menhan Koizumi juga mengatakan bahwa proyektil luncur berkecepatan tinggi yang dirancang untuk mempertahankan pulau-pulau terpencil dari pasukan musuh, telah dikerahkan di Shizuoka, daerah pesisir lain yang lebih dekat ke Tokyo dan menghadap Samudra Pasifik.
Jepang sejak lama memiliki kebijakan untuk menggunakan militernya hanya untuk membela diri dalam arti yang paling ketat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Tokyo secara bertahap membangun kapasitas pertahanannya seiring dengan meningkatnya aktivitas militer negara-negara tetangga di kawasan tersebut, termasuk Tiongkok, Russia, dan Korea Utara.
Para kritikus menentang langkah Tokyo untuk mengerahkan misil karena langkah ini dapat menjadikan wilayah tersebut sebagai target serangan musuh. AFP/I-1
- pulau senkaku
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.