Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PP Tunas Tekan Pergerakan Daring Pemicu TPPO Anak di Kaltim

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 07:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
PP Tunas Tekan Pergerakan Daring Pemicu TPPO Anak di Kaltim Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Wartawan memotret barang bukti kasus praktik ekspolitasi seksual anak secara daring.

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis melalui implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak berupaya menekan pergerakan daring yang memicu Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) anak di bawah umur di provinsi tersebut.

"Kecenderungan kasus pelecehan via daring marak, namun dengan ketentuan ini diharapkan dapat menekan dan mengeliminasi kasus terkait anak di lingkungan digital," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kaltim Kholid Budhaeri di Samarinda, Selasa (31/3).

UPTD PPA Kaltim mengungkapkan bahwa tren TPPO sasaran anak melonjak akibat maraknya fenomena transaksi terselubung melalui ruang media daring.

Pada tahun lalu saja, UPTD PPA Kaltim mencatat telah melakukan pendampingan hukum pada lebih dari enam kasus TPPO anak.

"Sebagian besar korban eksploitasi yang diselamatkan dan ditangani di wilayah Kaltim ternyata justru didatangkan secara ilegal dari luar daerah, dengan komunikasi terselubung secara daring," jelas Kholid​​​​​​.

Menurut dia, pesatnya akses media daring membuat transaksi kejahatan eksploitasi dapat terjadi di mana saja tanpa batasan tempat yang jelas.

Sebagai bentuk respons atas ancaman tersebut, PPA terus menggencarkan berbagai langkah lintas sektor guna mewujudkan kawasan yang ramah bagi anak. Termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun dinas terkait untuk memperbanyak ruang publik bermain anak, pojok baca ramah anak, hingga penampungan aman.

"Kondisi ruang digital yang rentan penyalahgunaan secara langsung membuat anak-anak menjadi kelompok yang paling mudah terjebak sebagai korban eksploitasi," kata Kholid.

Ia mencontohkan kerentanan pada anak putus sekolah dari kampung yang merantau ke Samarinda dan Balikpapan, di mana kasusnya telah banyak difasilitasi di rumah penampungan.

Salah satu kasus menonjol yang ditangani lembaganya adalah temuan operasi Kepolisian Daerah di sebuah kafe terkait eksploitasi anak sebagai pemandu lagu.

Kholid bercerita pengalaman penanganan kasus lintas wilayah lainnya yang terungkap melalui operasi gabungan di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menyelamatkan empat korban asal Sulawesi Tenggara.

"Para pelaku kejahatan ini umumnya beraksi menggunakan modus penipuan secara daring dengan menebar janji-janji pekerjaan yang sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan," ungkap Kholid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG: El Nino Sangat Kuat S...
Daerah
Kementerian PU Laksanakan O...

AMI Awards 2026 Umumkan 67 Kategori Nominasi

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
AMI Awards 2026 Umumkan 67 ...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.