Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Ubah Air Payau agar Bisa Diminum Jadi Solusi Atasi Kekeringan

28 Selasa, 06 Okt 2026, 16:42 WIB | Oleh:
Ubah Air Payau agar Bisa Diminum Jadi Solusi Atasi Kekeringan Ubah Air Payau agar Bisa Diminum Jadi Solusi Atasi Kekeringan Doc: ist
Ket. atasi kekeringan

SEMARANG – Upaya mengolah air payau menjadi air layak konsumsi segera dilakukan Jateng. Ini terutama untuk mengatasi solusi jangka panjang atas masalah air bersih di Kabupaten Pati.

Ini akan dilakukan di Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jateng.”Untuk ini, kami akan menggandeng Universitas Diponegoro Semarang," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Dia mengungkapkan ini di sela menyalurkan bantuan air bersih bersama Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Nawal Arafah Yasin di Desa Triguno, Selasa.

Dia menyatakan, persoalan yang dihadapi warga Triguno bukan sekadar kekeringan saat musim kemarau. Air tanah di wilayah tersebut juga cenderung payau, sehingga warga kesulitan mendapatkan air yang aman untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk memasak dan minum.

"Ternyata air desa ini payau, sehingga yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya air bersih untuk minum," ujarnya. Untuk memenuhi kebutuhan warga dalam jangka pendek, sebanyak 10 truk air bersih disalurkan ke Desa Triguno. Namun, bantuan tersebut tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya solusi.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan Pemprov Jateng akan melanjutkan program desalinasi bersama Undip di desa tersebut. Melalui teknologi itu, air payau diharapkan dapat diolah menjadi air tawar, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.

"Kita nanti akan kerja sama melanjutkan program pemprov yaitu desalinasi dengan Undip. Kita bikin di desa ini supaya air payau itu nanti bisa diubah menjadi air minum," ujarnya.

Selain persoalan air bersih, Taj Yasin juga menyoroti potensi Bendungan Triguno yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan air di wilayah sekitar. Bendungan tersebut memiliki debit sekitar 35.000 meter kubik air.

Namun, menurut dia sejumlah saluran membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan agar air dari bendungan dapat mengalir lebih optimal ke wilayah sekitar.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menambahkan berdasarkan data terakhir, sekitar 60 desa terdampak kekeringan. Sedangkan pengiriman air bersih tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, termasuk CSR, hingga BTT (belanja tidak terduga).

Ia menyebut, keterbatasan armada tangki juga menjadi persoalan tersendiri. Untuk mengatasinya, meminta bantuan pengusaha pemilik truk tangki serta pemerintah kabupaten lain yang memiliki armada untuk membantu distribusi air.

Pemkab Pati, lanjut dia, juga menyiapkan perluasan jaringan PDAM untuk menjangkau wilayah yang selama ini terdampak kekeringan. Saat ini, PDAM Pati memiliki sekitar 47.000 pelanggan.

Sementara itu, warga Desa Triguno, Sukawi mengatakan persoalan kekeringan di desanya sudah berlangsung sekitar lima bulan, sejak awal Mei 2026. Setiap musim kemarau, warga harus mengandalkan bantuan distribusi air bersih karena sumber air yang tersedia di sekitar permukiman tidak mampu memenuhi kebutuhan warga.

Ia menyebut, biasanya ada sekitar 40 tangki air yang dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga. Jika bantuan tersebut tidak datang, masyarakat akan kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Persoalannya, kata Sukawi, warga tidak memiliki banyak pilihan sumber air. Embung yang berada di sekitar desa hanya menjadi tempat penampungan air. Ketika embung mengering, warga praktis semakin kesulitan mendapatkan air.

Sementara untuk mendapatkan air dari sumur, kata dia, cenderung asin sehingga penggunaannya terbatas. Air sumur masih bisa digunakan untuk mandi, tetapi tidak ideal untuk kebutuhan konsumsi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, selama periode 5 Juni sampai 28 September 2026, total 75.463.000 liter air bersih terdistribusi ke 33 kabupaten/kota terdampak di Jawa Tengah. Total penerima manfaat sebanyak 1.557.333 KK atau 2.341.548 jiwa yang tersebar di 255 kecamatan dan 784 desa/kelurahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Pemain PSG Kvaratskhelia Sukses Jalani Operasi ACL

53 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Pemain PSG Kvaratskhelia Su...

Mengagetkan, Satu Prajurit Kopassus Ini Jadi Tersangka

1.5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Nasional
Mengagetkan, Satu Prajurit ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.