- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dubes Sergei Tolchenov Sam...
Dubes Sergei Tolchenov Sampaikan Moskow Terbuka Jika Pertamina Mau Beli Minyak dari Russia
Selasa, 31 Mar 2026, 21:37 WIBJAKARTA - Duta Besar Russia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyampaikan bahwa Moskow membuka peluang bagi Pertamina untuk membeli minyak dari negaranya seiring kenaikan harga minyak dunia akibat penutupan Selat Hormuz.
âPresiden kami telah berkali-kali menyampaikan, terutama bagi negara-negara sahabat, kami siap bekerja sama di bidang minyak dan gas apabila mereka membutuhkan sesuatu,â kata Dubes Tolchenov ditemui di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (31/3).
Tolchenov menyampaikan bahwa sebagai duta besar, dirinya belum menerima permintaan langsung dari Pertamina maupun dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia.
Namun, dirinya menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Russia terbuka untuk mendiskusikan terkait pembelian minyak dari Russia.
âJadi, silakan hubungi kami, sampaikan kebutuhan Anda, dan kita akan diskusikan bagaimana hal itu dapat diwujudkan,â tambahnya.
Diplomat Russia itu menekankan bahwa pembelian minyak Moskow tidak hanya terbuka untuk negara sahabat, melainkan juga untuk negara-negara yang tidak bersahabat, seperti negara di Eropa Barat.
âJika mereka memiliki minat dan siap bekerja sama berdasarkan kontrak jangka panjang, kami juga bersedia memasok dan menjual minyak dan gas kepada mereka. Ini pada dasarnya adalah persoalan kebutuhan dan keinginan untuk bekerja sama dengan Russia. Kami tidak pernah menolak siapa pun,â tegasnya.
Adapun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia membuka peluang impor minyak dari berbagai negara, termasuk Russia sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi di tengah ketidakpastian geopolitik kawasan Timur Tengah.
Menurut Bahlil, pemerintah tidak membatasi sumber impor hanya pada satu negara.
âSemua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada, yang kedua harganya kompetitif. Itu yang paling penting,â katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3).
Ia menjelaskan impor minyak dari Russia kini memungkinkan setelah Amerika Serikat membuka kembali akses pembelian minyak dari negara tersebut yang sebelumnya dikenai sanksi.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban di kalangan sipil. Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi di sekitar Iran tersebut telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Situasi ini juga memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar di sebagian besar negara di dunia. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Selamat Tinggal BBM! BBG Digadang Jadi Energi Masa Depan, PGN Jamin Performa Nggak Kaleng-Kaleng
-
Cedera Gnabry Jadi Pukulan Bayern di Tengah Perburuan Treble Winners
-
Pemerintah Jamin Cadangan Solar Aman di tengah Ketegangan Global
-
Strategi Hemat Air Jadi Andalan, Lumajang Siaga Hadapi Kemarau Panjang
-
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Harga BBM, Anggaran Subsidi Aman
-
Jepang Akhirnya Ketuk Palu: Cadangan Minyak Strategis Dilepas ke Pasar
-
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per Juni 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.