Italia Membara! Suhu Udara Panas Ekstrem Bersiap Tembus 45 Derajat Celsius

Selasa, 14 Jul 2026, 19:13 WIB

BRUSSEL - Italia tengah menghadapi fase paling intens dari gelombang panas ketiga sepanjang tahun ini di mana suhu udara di wilayah Sardinia diperkirakan menembus 45 derajat Celsius. Kondisi ini memicu kekeringan parah dan krisis pasokan air bersih.

Kantor berita ANSA melaporkan pada Selasa (14/7) bahwa otoritas setempat telah memperluas cakupan wilayah siaga darurat seiring peringatan cuaca ekstrem berbahaya di kawasan tengah dan selatan Italia.

Ket. Foto: Warga menyejukkan diri di air mancur umum di Milan, Italia. — Sumber: ANTARA/Andrea Carrubba - Anadolu Agency

Jumlah kota yang masuk dalam kategori Siaga Merah (tingkat bahaya tertinggi) melonjak dari dua kota pada Senin menjadi empat kota pada Selasa.

Setidaknya tujuh kota diperkirakan akan masuk dalam kategori risiko tertinggi ini pada Rabu besok.

Pakar meteorologi memprediksi suhu udara di sebagian besar wilayah tengah dan selatan Italia akan berkisar antara 39°C hingga 41°C.

Sementara itu, suhu di pedalaman Sardinia diperkirakan mencapai puncaknya pada 45°C pada Jumat mendatang.

Federico Brescia, seorang ahli meteorologi, mengungkapkan bahwa panas ekstrem tersebut bahkan menaikkan batas titik beku (freezing level) hingga di atas ketinggian 5.000 meter.

Ia menyebut fenomena pemanasan tersebut sebagai kondisi yang "luar biasa."

Kota Florence sudah berada di bawah status siaga merah sejak 8 Juli dan akan tetap berada di tingkat risiko tertinggi itu setidaknya hingga Rabu.

Pemerintah kota tersebut menyatakan suhu diperkirakan berkisar antara 37°C hingga 39°C, dengan hawa panas yang menyengat sudah terasa sejak dini hari.

Pada Senin, kota Florence dan Perugia sudah berstatus siaga merah, disusul kota Brescia dan Turin pada Selasa.

Sementara itu, Bologna, Frosinone, dan Roma diperkirakan akan menyusul masuk dalam kategori darurat tertinggi pada Rabu.

Sejumlah kota lain seperti Genoa dan Verona masih berada di bawah status siaga oranye karena risiko kesehatan yang mengancam kelompok rentan, termasuk lansia dan anak-anak.

Di bagian utara Italia, wilayah Piedmont sedang berjuang melawan krisis air bersih yang parah akibat panas berkepanjangan dan minimnya curah hujan.

Otoritas regional bahkan telah meminta bantuan pasokan air dari wilayah tetangga, termasuk Lembah Aosta dan Kanton Ticino di Swiss, demi menyelamatkan sektor pertanian.

Sekitar 100 munisipalitas di Piedmont telah memberlakukan pembatasan penggunaan air minum.

Sementara itu, beberapa kelompok masyarakat di daerah pegunungan kini terpaksa bergantung pada pasokan air dari truk tangki.

Suhu ekstrem juga memicu kekhawatiran serius terkait keselamatan kerja.

Di Florence, para kurir pengantar makanan dari platform Glovo dan Deliveroo berencana menggelar aksi mogok kerja pada Rabu, sebagai protes atas "kondisi kerja yang mustahil" akibat gelombang panas.

Menanggapi situasi tersebut, beberapa wilayah di Italia mulai menerapkan larangan bekerja di luar ruangan selama jam-jam terpanas di siang hari. Ant/Sumber: Anadolu

  • Geombang Panas

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.