Jepang Akhirnya Ketuk Palu: Cadangan Minyak Strategis Dilepas ke Pasar

Kamis, 26 Mar 2026, 22:02 WIB

TOKYO - Jepang mulai melepaskan minyak dari cadangan negara pada Kamis untuk mengurangi dampak konflik Timur Tengah terhadap perekonomian mereka, menurut laporan media lokal.

Kebijakan tersebut dikeluarkan menyusul meningkatnya kekhawatiran atas pasokan dan melonjaknya harga minyak. Pelepasan pasokan minyak setara kebutuhan domestik selama 30 hari itu dilakukan setelah Jepang menarik cadangan minyak setara kebutuhan 15 hari dari cadangan minyak milik sektor swasta pada Senin (16/3).

Ket. Foto: — Sumber: AFP/KAZUHIRO NOGI

Menurut Kyodo News, pemerintah berencana menjual total sekitar 8,5 juta kiloliter minyak dari 11 basis penyimpanan di seluruh negara itu.

Jepang juga akan mulai memanfaatkan cadangan minyak gabungan yang disimpan di negara tersebut oleh tiga negara Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab, dengan cadangan setara kebutuhan lima hari akan dilepaskan pada Selasa (31/3) untuk didistribusikan kepada para pedagang grosir minyak.

Jepang bergantung pada Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya, sehingga sangat rentan terhadap penutupan efektif Selat Hormuz setelah pecahnya konflik Timur Tengah pada akhir Februari 2026. Gangguan itu telah memicu lonjakan tajam pada harga minyak mentah maupun harga bensin eceran di negara tersebut.

Selain memanfaatkan cadangan minyak, pemerintah Jepang juga kembali memberikan subsidi bensin untuk membatasi biaya bahan bakar bagi konsumen. Langkah itu telah menurunkan harga eceran rata-rata bensin reguler menjadi 177,7 yen per liter dari rekor tertinggi 190,8 yen pekan lalu, menurut Kyodo News.

Hingga akhir 2025, Jepang memiliki cadangan minyak yang setara dengan kebutuhan domestik selama 254 hari. Ant/Xinhua

  • japanese yen
  • sanae takaichi
  • harga minyak dunia

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.