Pertamina Tegaskan Harga Pertamax per 1 April 2026 Belum Ada Pengumuman Resmi

Senin, 30 Mar 2026, 20:14 WIB

JAKARTA - Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, sehingga proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Baron, dikonfirmasi wartawan dari Jakarta, Senin (30/3).

Ket. Foto: Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (1/3). — Sumber: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Baron meminta kepada masyarakat untuk mencari informasi harga BBM yang valid pada saluran resmi Pertamina, yakni www.pertamina.com.

Dalam kesempatan tersebut, Baron juga menyampaikan dukungannya terhadap imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak.

“Dengan demikian, informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Baron.

Pernyataan tersebut menanggapi perkiraan harga jual eceran BBM nonsubsidi untuk April 2026 yang beredar di media sosial.

Dalam informasi yang beredar, disebutkan harga jual BBM jenis Pertamax akan menjadi 17.850 rupiah per liter atau naik 5.550 rupiah per liter dari harga jual semula pada Maret 2026 yang senilai 12.300 rupiah per liter.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang melemah dari 16.819 rupiah per 1 dollar AS menjadi 16.877 rupiah per 1 dollar AS.

Selain itu, dalam informasi yang beredar, kenaikan harga Pertamax (RON 92) juga dipengaruhi oleh lonjakan harga indeks pasar (HIP) BBM RON 92 sebesar 62,44 persen atau 46,15 dollar AS per barel, dari 73,91 dollar AS per barel menjadi 120 dollar AS per barel; atau naik 62,99 persen (sekitar 4.925 rupiah per liter) dari 7.818 rupiah per liter menjadi 12.744 rupiah per liter.

Kenaikan harga jual juga diperkirakan akan terjadi untuk produk bensin lainnya, seperti Pertamax Green 95 (dari 12.900 rupiah per liter, naik menjadi 19.150 rupiah per liter), Pertamax Turbo (dari 13.100 rupiah per liter naik menjadi 19.450 rupiah per liter).

Selanjutnya, untuk BBM jenis solar, yakni Pertamina Dex juga diperkirakan akan mengalami kenaikan dari 14.500 rupiah per liter menjadi 23.950 rupiah per liter; serta Dexlite naik dari 14.200 rupiah per liter menjadi 23.650 rupiah per liter.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengupayakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, tidak naik di tengah krisis energi. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.