Panen Raya 'Urban Farming' di Jaktim, Melon Inthanon Jadi Daya Tarik Utama

Senin, 30 Mar 2026, 18:57 WIB

JAKARTA - Melon varietas Inthanon menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan panen raya serentak pertanian perkotaan (urban farming) DKI Jakarta di Jakarta Timur (Jaktim) pada Senin. 

"Hari ini, kita panen sebanyak 34 buah melon dengan total berat sekitar 84 kilogram. Ini merupakan varietas unggulan yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran," kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin dalam kegiatan panen raya serentak DKI Jakarta di lahan pertanian di Jalan Raya Pulo Gebang, RT 12/RW 06, Cakung, Jakarta Timur, Senin (30/3).

Ket. Foto: Hasil panen di kawasan Farming Geber Tabor, RW 12, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, berupa melon Inthanon ditunjukkan dalam kegiatan panen raya serentak DKI Jakarta di lahan pertanian yang berlokasi di Jalan Raya Pulo Gebang, RT 12/RW 06, Cakung, Jakarta Timur, Senin (30/3). — Sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza

Menurut dia, panen raya serentak di Jakarta Timur tidak hanya menampilkan hasil berupa sayuran dan tanaman pangan, tetapi juga menghadirkan komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi.

Panen melon Inthanon dilakukan di kawasan Farming Geber Tabor, RW 12, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, dengan memanfaatkan lahan seluas 1.296 meter persegi.

Budidaya jenis buah tersebut dilakukan di dalam greenhouse modern yang merupakan hasil dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank DKI.

Essie menjelaskan melon varietas Inthanon memiliki kualitas premium, baik dari segi rasa maupun tampilan.

Bahkan, kata dia, di pasaran, satu buah melon tersebut dapat dihargai hingga sekitar 100 ribu rupiah. Oleh sebab itu, melon Inthanon diyakini dapat menjadi komoditas potensial untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Selain itu, dia menjelaskan keberhasilan panen tersebut membuktikan pertanian perkotaan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi baru.

Terlebih, budidaya dilakukan secara modern dengan sistem rumah kaca (greenhouse) yang memungkinkan kontrol kualitas yang lebih baik.

Selain melon, wilayah Kecamatan Makassar juga melakukan panen serentak di 32 titik lainnya, dengan hasil total mencapai sekitar 341 kilogram sayuran dan 90 kilogram buah-buahan.

Hasil tersebut, sambung Essie, menunjukkan diversifikasi komoditas merupakan kekuatan utama dalam pengembangan urban farming di Jakarta Timur.

Dia pun berharap keberhasilan budidaya melon Inthanon dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk mengembangkan komoditas bernilai tinggi di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi berbagai pihak, urban farming diyakini mampu menjadi solusi ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggencarkan penguatan ketahanan pangan dan pertanian perkotaan (urban farming) melalui kegiatan panen raya di 807 titik se-Jakarta pada Senin.

Kegiatan itu tersebar di 807 titik lokasi di seluruh wilayah DKI Jakarta, dengan rincian Jakarta Timur menjadi wilayah dengan titik panen terbanyak, yakni 414 lokasi.

Lalu, disusul Jakarta Selatan 177 lokasi, Jakarta Utara 94 lokasi, Jakarta Barat 60 lokasi, Jakarta Pusat 58 lokasi, dan Kepulauan Seribu 4 lokasi.

Salah satu lokasi utama kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Greenhouse Lahan Pertanian Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Selain di Jakarta Timur, kegiatan panen juga dilaksanakan di sejumlah titik percontohan di wilayah lain, di antaranya urban farming balkon Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, GSG 07 Kembangan Utara di Jakarta Barat, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cilandak KKO di Jakarta Selatan, RPTRA Sunter Jaya Berseri di Jakarta Utara, serta kawasan Pulau Tidung Kecil di Kepulauan Seribu. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.