Menko Pangan Jamin Stabilitas Pangan RI Tak Terganggu Konflik di Timteng
Minggu, 29 Mar 2026, 17:30 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjamin konflik di wilayah Timur Tengah tidak mengganggu stabilitas pangan nasional. Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia telah mengantisipasi dampak buruk ketegangan geopolitik global melalui kebijakan swasembada pangan.
Zulkifli menjelaskan bahwa ketahanan pangan nasional tetap terjaga berkat strategi kemandirian yang diterapkan sejak dini. Ia menegaskan tidak ada satu pun komoditas pangan utama Indonesia yang memiliki ketergantungan impor dari Timur Tengah.
"Dan tidak ada pangan yang tergantung kepada Timur Tengah, tidak ada. Yang kita tidak bisa seperti gandum itu dari Eropa, Amerika," ujar Zulkifli usai meninjau lapak pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3).
Zulkifli mengatakan bahwa Indonesia hanya mendatangkan bahan baku tertentu seperti gandum dan kedelai dari wilayah Barat. Ia meyakini pasokan kebutuhan dasar masyarakat tetap aman karena sebagian besar diproduksi oleh petani lokal.
"Jadi tidak ada pangan yang tergantung dari Timur Tengah. Berarti pangan aman, aman tidak ada masalah apa pun oleh karena itu tidak usah khawatir ya," kata Zulkifli.
Zulkifli menguraikan bahwa stok beras nasional tahun lalu mengalami surplus yang mencapai angka hingga 4 juta ton. Ia memproyeksikan perolehan angka surplus yang sama akan kembali terjadi pada periode panen sepanjang tahun ini.
"Beras kita tahun lalu surplus 4 juta, saya kira tahun ini juga akan ada 4 juta. Jadi insyaallah kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman stoknya ya," ucap Zulkifli.
Zulkifli menyebut komoditas protein seperti daging ayam dan telur juga dipastikan dalam kondisi yang sangat mencukupi. Ia menyampaikan bahwa stok jagung serta aneka sayuran segar saat ini berhasil ditanam dan dipenuhi sendiri.
"Jagung aman, ayam aman, telur aman, sayur-sayuran kita tanam sendiri. Tidak ada kekhawatiran sama sekali mengenai pangan, tidak ada," ujar Zulkifli.
Zulkifli Hasan mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak perlu merasa cemas terhadap ketersediaan barang kebutuhan pokok. Ia meminta warga untuk tidak melakukan aksi borong stok pangan secara berlebihan karena pengadaannya lancar.
"Stoknya, pengadaannya insyaallah tidak ada masalah apa pun. Jadi tidak usah khawatir apalagi berebut membeli stoknya berlebihan, tidak perlu," kata Zulkifli.
Zulkifli mengatakan bahwa pemantauan harga di pasar rakyat akan terus dilakukan secara intensif di berbagai daerah. Ia berencana melakukan pengecekan langsung ke wilayah Lampung dan Jawa Tengah guna memastikan stabilitas harga pangan.
"Tentu kita akan pantau terus ya tiap hari. Ini sekarang di sini, kita juga besok saya cek di Lampung, juga di Jawa Tengah dan lain-lain ya," ucap Zulkifli.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa pasokan kebutuhan pokok seperti beras dan cabai dalam kondisi mencukupi. Ia menyampaikan pemantauan pasokan dilakukan secara intensif melalui aplikasi SP2KP di 550 titik pasar seluruh Indonesia.
"Kurang lebih mungkin baru 50 persen ya pedagangnya baru datang dan kebutuhan pokok kita seperti beras, kemudian minyak, cabai, dan lain-lain tercukupi. Jadi saya kira semua bagus, pasokan tercukupi dan kita terus akan terus memantau ya kebutuhan-kebutuhan pokok kita sehari-hari," ujar Budi. ils/I-1
- Stabilitas Pangan
- Menko Pangan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Prediksi PSM Makassar vs Bali United: Ujian Berat Juku Eja di Akhir Putaran Pertama
-
Banjir Sebabkan Jalan Tol Jakarta-Tangerang Macet Panjang
-
12 Trainset KRL Buatan INKA Tiba di Jakarta Juni 2026, Siap Layani Rute Cikarang-Bogor
-
Sekretaris DPRD DKI Dorong Penyelesaian Target Akhir Tahun di Peringatan HUT ke-54 KORPRI
-
BMKG Peringatkan Ancaman Cuaca Ekstrem, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Empat Kabupaten di Babel
-
Dirut Bank Mandiri Pastikan Kesiapan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana Sumatra
-
Kantor Staf Presiden Beri Pompa Apung untuk Bersihkan Rumah Terdampak Banjir di Aceh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.