Cile Tak Dukung Michelle Bachelet sebagai Sekjen PBB

Kamis, 26 Mar 2026, 02:15 WIB

SANTIAGO – Cile pada Selasa (24/3) mengatakan pihaknya menarik dukungannya terhadap pencalonan mantan Presiden Michelle Bachelet sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, namun Bachelet mengatakan dia akan terus maju dengan dukungan dari Brasil dan Meksiko untuk memimpin badan dunia tersebut selama lima tahun pada tahun 2027 nanti.

Jose Antonio Kast yang dilantik sebagai Presiden Cile pada 11 Maret lalu dalam pergeseran tajam politik ke arah kanan, telah berulang kali mengkritik kepresidenan Bachelet. Ia mengatakan pendahulunya yang berhaluan kiri, Gabriel Boric, melakukan kesalahan dengan mendukung pencalonannya.

Ket. Foto: Michelle Bachelet — Sumber: AFP/Fabrice COFFRINI

“Pencalonan Bachelet tidak dapat dijalankan dan tidak memiliki peluang untuk berhasil,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Cile.

Kementerian itu pun menambahkan bahwa mereka akan abstain dari mendukung kandidat mana pun dalam proses pemilihan.

Bachelet adalah salah satu kandidat utama dalam perlombaan untuk menggantikan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres. Dalam sebuah pernyataan pada tanggal 24 Maret, ia mengatakan dirinya akan mengejar pencalonannya dengan dukungan dari pemerintah Brasil dan Meksiko.

“Pencalonan pada tingkat ini bukanlah tugas yang mudah, namun nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang menandai hidup saya membuat saya menghadapi tantangan ini dengan tanggung jawab dan keyakinan,” kata dia, seraya menambahkan bahwa ia memahami bahwa kebijakan luar negeri berubah dengan pemerintahan baru. 

Bachelet adalah kepala negara perempuan pertama di Cile. Dia pernah menjabat sebagai komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia dari 2018 hingga 2022 dan direktur eksekutif UN Women dari 2010 hingga 2013.

Dewan Keamanan PBB akan secara resmi merekomendasikan calon anggota Majelis Umum untuk dipilih sebagai sekretaris jenderal PBB ke-10 pada tahun 2026 nanti.

“Bachelet masih dapat melanjutkan pencalonannya karena ia juga mendapat dukungan dari Meksiko dan Brasil,” kata Richard Gowan, direktur isu dan institusi global di International Crisis Group.

Meskipun kurangnya dukungan dari negara asal mungkin menjadi masalah bagi beberapa anggota PBB, Gowan mengatakan Bachelet juga menghadapi tentangan dari pihak lain.

“Beberapa politisi Partai Republik di Amerika Serikat (AS) juga mulai menargetkan Bachelet, karena rekam jejaknya dalam mendukung aborsi,” kata Gowan. “Jadi dia menghadapi berbagai tantangan yang lebih berkaitan dengan politik kiri-kanan di Cile dan AS dibandingkan keterampilan diplomatiknya,” imbuh dia.

Bertahap

Pemilihan sekjen PBB yang baru akan berlangsung secara bertahap, termasuk dengar pendapat publik dengan para kandidat dan pemungutan suara rahasia Dewan Keamanan 2026. Pada akhirnya, lima anggota dewan tetap yang memegang hak veto yaitu AS, Russia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis, harus menyepakati seorang kandidat.

Kandidat teratas lainnya termasuk Dr Rafael Grossi, direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional dan calon resmi Argentina.

Kosta Rika pun telah mencalonkan mantan Wakil Presiden Rebeca Grynspan. Sedangkan Maladewa telah menominasikan mantan perwakilan khusus untuk anak-anak dan konflik bersenjata, Virginia Gamba, dan Burundi mendukung Macky Sall, mantan Presiden Senegal, untuk posisi teratas di PBB itu. ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.