Pemerintah Harus Dorong UMKM Bisa Kompetitif di Pasar Global

Rabu, 25 Mar 2026, 01:10 WIB

JAKARTA – Pemerintah harus mendorong perusahaan domestik, terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa kompetitif di pasar global. Tidak hanya bisa menguasai marketplace lokal tetapi juga harus tampil di berbagai marketplace global.

 “Upaya pemerintah memperkuat platform lokapasar (marketplace) perlu didukung. Namun yang lebih penting lagi adalah mendorong perusahaan domestik agar produknya kompetitif di pasar global,” kata Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, Selasa (24/3) Menurut Esther, perusahaan Tiongkok pun mendapat dukungan dari pemerintah agar bisa berkompetisi di pasar global melalui berbagai subsidi seperti subsidi untuk produksi barang tertentu (misalnya buku) sehingga buku yg diproduksi Perusahaan Tiongkok bisa sangat murah di pasar global.

Ket. Foto: Pemerintah harus mendorong perusahaan domestik, terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa kompetitif di pasar global. — Sumber: antara

Kemudian subsidi logistik dan transportasi juga diberikan sehingga pengiriman barang dari Tongkok ke negara lain, katakanlah Indonesia, sangat murah bahkan tidak masuk akal ketika membeli buku dari Tiongkok dengan kertas colorful dan glossy harganya 40 ribu rupiah dan biaya pengiriman dari Tiongkok ke Semarang hanya 12 ribu rupiah.

 Seharusnya tegas Esther, pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah digunakan untuk hal hal seperti itu sehingga bisa mendorong produk Indonesia bisa dibeli konsumen dari negara lain.

Dikuasai Asing

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkaji upaya-upaya untuk memperkuat platform lokapasar lokal guna mencegah dominasi pemain global di tengah per tumbuhan pesat digitalisasi perdagangan. Purbaya menilai ekosistem lokapasar saat ini lebih banyak dikuasai perusahaan asing. Kondisi ini, kata dia, menjadi tantangan bagi para pelaku usaha lokal.

 “Saya lagi pikirkan ada nggak perusahaan domestik yang bisa dihidupkan lagi untuk bisa bersangi dari dominasi Tiongkok,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Jakarta akhir pecan lalu. Untuk bisa menghadirkan tandingan dari pelaku dalam negeri, Purbaya mencoba mempelajari ekosistem lokapasar eksisting, termasuk yang berkolaborasi dengan media sosial. Langkah itu merupakan salah satu upaya Purbaya untuk memperkuat perekonomian nasional.

 Di tengah gejolak geopolitik global, Menkeu memasang strategi penguatan permintaan domestik guna mencegah ketergantungan terhadap faktor eksternal. Selain soal “marketplace”, bendahara negara juga menyiapkan rencana dukungan terhadap sektor swasta, menjaga daya beli masyarakat, mengelola harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dari dampak harga minyak global, hingga mendorong belanja pemerintah agar terserap tepat waktu.

 “Walaupun global begitu, tapi permintaan (domestik) masih kencang. Mungkin (ekonomi) akan melambat kalau (konflik) naik terus. Tapi saya akan jaga permintaan domestik,” tuturnya. Secara keseluruhan, dia menilai perekonomian nasional relatif terjaga, yang terlihat pada berbagai indikator ekonomi serta tinjauan lapangan yang dia lakukan pada Ramadhan. Dia pun optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mampu mencapai 5,7 persen. “Kalau angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 persen,” ujarnya.

Redaktur: M. Selamet Susanto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.